by

Dampak PPKM Pengaruhi Omset Pedagang

beritakotaambon.com – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level III yang diterapkan Pemerintah Kota Ambon, diakui sangat berdampak terhadap pendapatan pedagang. Omset yang menurun, lantaran pembatasan jam operasional hingga sepinya pembeli.

Salah seorang pedagang yang menolak namanya diberitakan, mengaku, belum ada perubahan harga terhadap kebutuhan pokok yang dijual. Hal tersebut juga berlaku bagi kebutuhan lainnya seperti telur ayam ras dan lainnya.

Hanya saja, lanjut dia, PPKM yang diterapkan sangat berdampak terhadap omset seluruh pedagang yang ada. Sebab, dengan waktu berjualan yang dibatasi juga berpengaruh terhadap keterbatasan pembeli yang datang berbelanja.

“Dampak dari PPKM level 3 ini sangat dirasakan ya. Karena selain keterbatasan waktu untuk pembeli berkunjung ke pasar maupun ke toko-toko sembako, juga mengenai omset dari para pedagang yang turun,” ungkapnya, kepada media ini, Kamis (19/8).

Untuk mengatasi hal tersebut, kata dia, para pedagang selalu berupaya agar dagangan mereka bisa laku terjual. Namun dirinya juga bersyukur, karena PPKM PPKM level III tidak terlalu mengikat seperti penerapan PSBB sebelumnya.

“Untuk harga sembako sendiri dengan adanya PPKM level 3 yang sudah diperpanjang, harga masih tetap stabil. Tergantung bagaimana kami mengusahakan agar dagangan kami bisa laku terjual demi menghidupi keluarga di masa pandemi ini. Akan tetapi saya sangat bersyukur dengan adanya perpanjangan PPKM level 3 ini sudah ada sedikit kelonggaran untuk waktu dan interaksi dari warga Kota Ambon sendiri, walaupun waktunya masih sangat terbatas,” tuturnya.

Sementara itu, Jubaidah (52) salah satu pedagang sembako di Pasar Mardika mengaku, selama penerapan PPKM, harga beberapa kebutuhan pokok masih tetap normal.

Baca juga: Warga Kesulitan Penuhi Kebutuhan Hidup

“Harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan beberapa kebutuhan pokok lainnya masih tetap normal,” sebutnya.

Dijelaskan, untuk harga beras premium berbagai merk asal Makassar, Sulawesi Selatan seperti Lumbung Padi, Tawon, Bulir Mas, Mecky Mose, Dua Beruang, AAA WTJ, Bola Mas, Phinisi, dan Rojo Lele masih dijual stabil, dengan harga bervariasi. Mulai dari harga Rp 11.000 hingga Rp 13.000 per kilogram (kg).

Sedangkan, beras hasil produksi petani asal Kabupaten Pulau Buru dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dijual dengan harga Rp 11.000 per kg.

Sekedar tahu, PPKM Level III yang diterapkan Pemerintah Kota Ambon, diperpanjang sejak tanggal 9-23 Agustus 2021.

Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, A.G Latuheru yang didampingi Jubir Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz, serta Kepala Dinas Kesehatan, Wendy Pelupessy, saat memberikan pernyataan pers, Selasa (10/08) menjelaskan, keputusan perpanjangan PPKM Mikro Level 3 tertuang dalam Instruksi Walikota Nomor 7 Tahun 2021, yang mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terbaru, nomor 32 tahun 2021.

Dikatakan, regulasi terbaru itu ada sejumlah perubahan dari Instruksi Walikota sebelumnya. Diantaranya pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum (warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan, rumah kopi dan sejenis) yang berada pada lokasi tersendiri dan ruang terbuka, berlaku jam operasional hingga 21.00 WIT dengan kapasitas 50 persen.

“Jam operasional ini berlaku untuk makan di tempat atau dibawa pulang, tanpa ada pembatasan waktu makan 30 menit seperti Instruksi Walikota sebelumnya,” timpal Sekot.

Latuheru juga menjelaskan, ketentuan lainnya dalam instruksi Walikota Nomor 7 Tahun 2021 masih sama dengan instruksi Walikota sebelumnya. Yaitu untuk kegiatan pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi, jam operasional pasar, pertokoan, mall dan pusat perbelanjaan, kegiatan SPBU dan transposrtasi umum.

Baca juga: Harap PPKM Tidak Diperpanjang

Termasuk syarat perjalanan dengan moda transportasi udara dan laut serta perjalanan orang masuk-keluar wilayah kota Ambon. Seperti jam operasional pasar tradisional dan toko penjual sembako kini masih diperpanjang hingga 20.00 WIT. (LAM)

Comment