by

Dana BOS Terpakai Habis Ditengah Pandemi

Ambon, BKA- Meskipun aktivitas sekolah tidak berjalan sebagaimana mestinya ditengah pandemi Covid-19, namun proses pembelajaran masih terus dilakukan. Baik secara Daring maupun Luring.

Hal itu berarti anggaran anggaran dan BOS yang dicairkan oleh pemerintah kepada sekolah, tetap tetap terpakai. Baik untuk kebutuhan pembelajaran maupun pemenuhan kebutuhan penanganan dan pencegahan Covid-19.

“Bukan berarti dana BOS tidak terpakai habis. Malah tidak mencukupi untuk penuhi semua kebutuhan belajar jarak jauh saat ini. Awal pembelajaran Daring dilakukan, sekolah diberikan kewenangan mengatur dana BOS untuk biayai pulsa dan pulsa data bagi guru dan siwa.


Berlanjut, sekolah pun diberikan ruang untuk pengadaan fasilitas dan peralatan kesehatan di sekolah. Dan itu berlanjut terus dengan berbagai tuntutan kebutuhan di tengah pandemi ini. Pengadaan buku, gaji guru honorer, hingga membantu guru dan siswa yang terdampak Covid-19 jika anggaran mencukupi,” ungkap Kepala SD Negeri Telada, E. Likumahua, Minggu (29/11).

Khusus pada sekolah yang dipimpinnya, penggunaan anggaran BOS triwulan II lebih diprioritaskan pada pengadaan buku Lembar Kerja Siswa (LKS), agar siswa dapat mengikuti proses pembelajaran secara Luring.

Dirinya menilai, pembelajaran yang dilaksanakan secara Luring lebih efektif, jika dibanding realisasi kebutuhan teknis belajar yang lain. Karena hampir sebagian besar anak-anak didiknya tidak memiliki Hp andorid.

“Itu saya sudah ambil kebijakan penggunaan dana BOS bulan Mei kemarin, untuk pengadaan buku LKS tema 1 sampai 5 selama 1 semester kedepan. Supaya semua bisa pakai. Dari pada kita beli pulsa, padahal tidak semua memiliki Hp android,” terangnya.

Demi kebaikan dan keselamatan siswa, berbagai kebijakan yang dapat membantu akan diambil untuk menunjang proses PJJ, yang belum tahu kapan berakhir.

“Itu sebabnya, kita sudah ambil kebijakan untuk pentingkan kesehatan siswa dengan pengadaan peralatan kesehatan, dan pengadaan buku LKS untuk mereka belajar di rumah. Karena Kota Ambon masih PSBB, jadi tidak bisa bertemu dengan siswa. Semoga apa yang kita bijaki ini bisa membantu para siswa, hingga kita masuk sekolah lagi,” tutup Likumahua (LAM)

Comment