by

Dana Nasabah BRI Hilang


DPRD Akan Panggil Manajemen Bank dan OJK

Ambon, BKA- Komisi III DPRD Provinsi Maluku membidangi Keuangan dan Perbankan ikut geram dengan Tindak Kejahatan Siber (Fraud Cyber Crime) di sektor jasa perbankan, berupa raibnya dana milik beberapa nasabah disejumlah unit BRI di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Untuk itu, Komisi III DPRD Maluku berencana memanggil pihak management bank tersebut maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk mempertanyakan dugaan raib uang nasabah akibat dibobol orang tak dikenal melalui internet banking, situs BRI Link dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Wakil Ketua Komisi III, Hatta Henaussa, menuturkan, pembobolan uang milik nasabah di bank plat merah itu sudah menjadi sebuah keresahan di tengah warga di SBB, terutma terkait kejadian belum lama ini di BRI unit Gemba, Piru dan Waisarisa.

“Kini informasi sudah sampai di saya. Dan dalam waktu dekat, kita akan panggil managemen bank dan OJK, guna membicarakan persoalan dana nasabah yang hilang dari bank,” ungkap Hatta, via handphone, Minggu (15/11).

Kasus tersebut, ungkap politisi Partai Gerindra ini tidak bisa dianggap enteng, karena dapat berpengaruh pada kepercayaan masyarakat terhadap pihak bank, khsusunya dalam perekonomian masyarakat SBB.

Ia pun meminta pihak bank agar dapat meningkatkan sistem keamanan yang prfesional, dalam mengamankan dana nasabah yang dipercayakan kepada mereka. Bukan sebaliknya, pihak bank meminta nasabah harus berhati-hati dalam bertranski.

“Seperti kita ketahui bersama, ini kan masyarakat khususnya nasabah sudah sangat berhati-hati, karena mereka bukan orang bodoh lagi, sehingga tidak mungkin menabung lalu biarkan uang mereka hilang begitu saja,” ucap Hatta.

Namun yang dikhawatirkan, kasus ini bukan hanya terjadi di SBB, tapi ada juga dibeberapa kabupaten/kota lainnya di Maluku. Sehingga tidak ada alasan bagi pihak bank untuk lepas tanggung jawab.

“Memang saya sudah mendapat informasi, kalau pihak BRI mengatakan kalau akan mengganti semua uang nasabah yang hilang, karena ada terjadi skimming pada rekening nasabah lewat ATM atau bisa saja lewat internet banking, maupun situs BRI Link. Sehingga saya minta BRI harus meningkatan keaman terhadap dana nasabah, karena nasabah sudah cukup hati-hati, tapi kejahatan ini menggunakan teknologi dan peralatan yang canggih,” ucapnya.

Bahkan BRI, kata dia, secara internal sedang melakukan penyelidikan terhadap modus dibalik bobolnya dana nasabah dan beresedia untuk menggantikan dana nasabah, seperti yang diungkapkan Pimpinan Cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Masohi, Wawan Indarno.

“Yah kalau memang sudah ada pernyataan dari pimpinan BRI seperti itu dan ada kejahatan skimming, pihak bank tetap harus bertanggungjawan atas hilangnya dana nasabah,” pintanya. (RHM)

Comment