by

Dandim Ambon Tinjau Longsor Hatiwe Besar

Pasca menerima laporan bencana longsor yang terjadi di kawasan Desa Hative Besar, Minggu (11/7) malam kemarin, Dandim 1504/Ambon, Kolonel Inf D. C. Soumokil, langsung mengerahkan personilnya dari Koramil 1504-01/Baguala untuk membantu proses pembersihan material longsor tersebut.

Selain personilnya, pembersihan material longsor di sekitar monument Ambon City of Music itu juga dibantu personil Denzipur 5/CMG sebanyak 15 orang, serta sejumlah aparat kepolisian.

Hingga Senin dini tadi (kemarin) proses pembersihan material longsor masih dilakukan personil kami dari Koramil 1504/01 Baguala dan Denzipur 5/CMG sebanyak 15 orang. Dan juga dari Polresta sebanyak 10 orang bersama warga yang terdampak. Pembersihan terkendala karena situasi malam yang gelap. Dan material longsor bebatuan besar menutup hamper seluruh jalan raya tersebut, terang Dandim, lewat rilisnya kepada Koran ini, Senin (12/7).

Dikatakan, pembersihan longsor juga menggunakan alat berat yang diturunkan dari BPJN Maluku 1 unit. Kemudian dari Denzipur 1 unit, serta 4 unit Damtruck milik BPJN serta 2 unit mobil Damkar. Dimana proses pembersihan dimulai dari pukul 21.30 hingga 03.00 WIT dini hari kemarin.

Walaupun material longsoran belum berhasil dibersihkan semua, namun kendaraan dari dan ke arah Bandara sudah bisa melintasi jalan itu. Namun memang harus ekstra hati-hati, sebab jalanan khususnya di Desa Hatiwe Besar terdapat tebing tebing yang cukup terjal dan masih sangat rawan untuk longsor, sebutnya.

Saat meninjau lokasi, lanjut Dandim, dirinya harus memastikan kondisi sekitar aman. Dan pihaknya mencatat, selain di Hatiwe Besar masih terdapat longsor, banjir dan pohon tumbang beberapa wilayah lainnya. Seperti 1 titik di Dusun Beringin, Desa Lelato yang telah berhasil dibersihkan secara manual. Kemudian dua lokasi di Dusun Moniko, satu lokasi juga berhasil dibersihkan secara manual dan satu lokasi di puncak Moniko, yang sempat tertutup total, berhasil dibersihkan menggunakan alat berat eskavator.

Warga harus tetap mewaspadai bencana alam yang potensial terjadi di wilayah kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, khususnya di wilayah Jazirah Leihitu. Serta tetap waspada saat intensitas hujan tinggi, pesan Dandim.

Sekedar tahu, proses pembersihan dengan alat berat terus dilakukan hingga kemarin, sampai arus lalu lintas dari Kota Ambon menuju bandara atau sebaliknya benar-benar aman, lancar dan normal dilalui kendaraan. (SAD)

Comment