by

Dandim Tual Tinjau Posko PPKM di Dobo

Wakil Ketua I Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Aru, Dandim 1503 Tual, Letkol Inf Mario Christian Noya bersama sejumlah anggotanya meninjau sejumlah Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro yang ada di setiap RT/RW di Dobo, Aru.

Peninjauan ini dikarenakan angka Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Aru yang diketahui mengalami kenaikan signifikan setiap harinya. Yakni sesuai data yang berhasil dihimpun Koran ini, ada sekitar 1.033 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari jumlah tersebut, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 ini tersebar pada beberapa desa, kelurahan dan dusun. Yakni ada 310 pasien positif, 12 meninggal dan 711 kasus aktif. Sehingga PPKM Mikro telah diberlakukan.

Dalam pantauannya, Dandim mengatakan, tugas dari PPKM Mikro harus diterapkan dengan ketat kepada masyarakat, yaitu membatasi keluar masuk di tingkat RT/RW. Agar pergerakan setiap masyarakat dapat diketahui dengan baik.

Pencatatan dan data orang masuk di kelurahan oleh masing-masing RT dan RW sangat penting. Tujuannya adalah kita dapat melacak atau mengetahui langsung kontak erat masyarakat dan juga dapat melarang warga yang berkerumun, ungkapnya.

Selain itu, lanjut Dandim, Babinsa dan Bhabinkamtibmas diharapkan pro aktif di lapangan serta intens berkordinasi dengan Lurah sebagai koordinator di tingkat kelurahan. Dan yang paling penting, tenaga medis seperti Bidan atau Mantri. Ya, ini tujuannya juga agar pergerakan kegiatan masyarakat dapat terpantau dengan baik ya, tandasnya.

Menurutnya, pentingnya penerapan PPKM Mikro di setiap RT/RW dengan melibatkan tenaga medis, untuk mengecek masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19. Serta dapat mengetahui dan mengecek langsung masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, untuk mengantisipasi adanya kontak erat/langsung dengan masyarakat lainnya yang tidak terkonfirmasi positif Covid-19.

Saya tegaskan ya, penerapan PPKM Mikro ini sangat penting di setiap RT, RW. Dan tenaga medis punya peran penting, agar pasien Covid-19 yang isolasi dapat dipantau pergerakannya. Sehingga tidak terlibat kontak langsung dengan masyarakat yang sehat. Jadi harus ketat dipantau dan didata, tegasnya.

Dirinya juga mengingatkan, agar empat fungsi dari PPKM Mikro seperti, pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung penanganan harus diterapkan secara intens. Selain empat fungsi PPKM Mikro itu, pencegahan dengan cara sosialisasi protokoler kesehatan, tracking, testing dan treeckman juga harus berjalan. Sehingga tidak terjadi kecolongan, mengingat angka terkonfirmasi positif Covid-19 di daerah ini naik secara signifikan. Dan penerapannya harus intens dan bekala, agar tidak terjadi kecolongan.

Empat fungsi PPKM Mikro ini harus aktif kita terapkan ya, selain sosialisasi Prokes dan pencegahan lainnya. Kalau kita mau putus mata rantainya, maka mari kita pro aktif. Bahu membahu melakukan pencegahan. Angka Covid-19 di daerah ini sudah banyak jadi jangan kita lengah, pesannya.

Dandim menginstruksikan, kepada setiap lurah agar secepatnya mengumpulkan seluruh ketua RT/RW dan menyampaikan pentingnya penerapan PPKM Mikro. Serta mendata pergerakan orang keluar masuk di setiap komplek.

Jadi, Kelurahan Galay Dubu ini harus lebih diperketat pengawasan pergerakan orang keluar masuk. Karena Kelurahan Galay Dubu berada di pinggiran pelabuhan umum maupun masyarakat Sehingga akses orang keluar masuk, dan sangat rentan terjadi penyebaran virus. Jadi, ya itu, sekali lagi saya sangat harapkan kekompakan kita semua untuk memutus mata rantai Covid-19 di daerah yang kita cintai ini, harapnya. (WAL)

Comment