by

Danlantamal : Anggota Bentrok Dengan Warga Latta Itu Secara Spontan

Ambon, BKA- Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IX Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono mengatakan, bentrokan yang dilakukan dua anak buahnya bersama sejumlah pemuda Latta, Kecamatan Baguala, Kota Ambon itu tidak ada unsur sengaja, atau skenario yang dimainkan anggota TNI AL, namun hal itu terjadi secara spontan.

“Melalui kesempatan ini, saya ingin mengucapkan permohonan maaf khususnya kepada warga Latta. Saya menyampaikan permohonan maaf ini dari seluruh prajurit dan saya pribadi,” tandas Eko didampingi PJU Lantamal IX Ambon, saat menggelar jumpa Pers,di Mako Lantamal Ambon, Senin (14/12).

Menurutnya, tidak ada niat atau unsur kesengajaan yang dilakukan oleh anggota. Namun ini kejadian yang memang secara tiba-tiba.
“Jadi prajurit kami bepergian kemudian hendak balik larut malam . Mungkin karena capek ngantuk kemudian diteriaki oleh warga. Sehingga anggota samperin,” ungkapnya.

Dijelaskan, dua anak buahnya yang diduga terlibat KLD Ronaldo Lorensius Lumintang dan KLD POM Hesriansyah juga dianiaya oleh warga hingga mengakibatkan mengalami luka serius.

Awalnya kedua anggota hendak pulang ke Mako Lantamal, pada saat melewati depan pemuda yang berpapasan kurang lebih 15 orang itu, mereka kemudian teriak kedua anggota tersebut.

Karena keduanya tidak puas dengan teguran warga itu, lalu menyambangi mereka dengan menanyakan, ada apa. Akan tetapi secara tiba-tiba terjadi baku pukul antara kedua belah pihak.

“Pada saat terjadi pengeroyokan, karena tidak berimbang, salah satu anggota kami melarikan diri untuk datang ke Mako Lantamal meminta bantuan rekan-rekannya. Mengapa mereka ikut bantu, karena rekannya KLD Ronaldo Lorensius Lumintang sudah babak belur diamuk massa, disitu akhirnya terjadi penganiayaan. Namun perlu diketahui hal ini terjadi bukan karena kesengajaan. Tapi secara spontan,” jelasnya.

Namun demikian, proses hukum terhadap siapapun pelaku yang adalah anggota TNI AL tetap dilakukan. Hal ini lakukan supaya ada efek jerah terhadap pelaku-pelaku itu.

Warga yang menjadi korban aniayapun sudah membuat laporan ke Pom TNI AL.

“Jadi Pomal juga sudah terima aduan dari masyarakat. Saya juga mau tegaskan,tidak ada balas dendam disini,” tandasnya.
(SAD)

Comment