by

Danrem Tutup Giat Penanggulangan Bencana Alam

Ambon, BKA- Giat Penaggulangan Bencana Alam resmi ditutup oleh Danrem 151/Binaiya, Brigjen TNI Arnold A.P. Ritiauw, yang bertindak selaku Ispektur Upacara.

Penutupan giat yang digelar Korem 151 Binaiya tahun anggaran 2020 pada wilayah Kodim 1502/Masohi ini dipusatkan di Lapangan Upacara Dodiklatpur Rindam XVI/Pattimura, Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (6/11).

Kegiatan latihan yang telah dilaksanakan selama lima hari itu, turut melibatkan personel TNI jajaran Korem 151/Binaiya, Polri, BPBD, TAGANA, serta Dinas Kesehatan setempat.

Lewat rilisnya, Minggu (8/11), Danrem mengatakan, hari terakhir giat tersebut merupakan puncak latihan masuk pada materi aplikasi lapangan. Diantaranya materi evakuasi masyarakat yang terdampak bencana di Dusun Talaga Ratu Kecamatan Kairatu, Kabupaten SBB.
Dikatakan, kegiatan latihan penanggulangan bencana alam yang telah dilaksanakan setidaknya dapat memberikan manfaat kepada peserta latihan.

“Saya selaku Danrem 151/Binaiya dan pribadi mengucapkan selamat dan terimakasih, atas selesainya seluruh rangkaian kegiatan latihan ini dengan baik. Harapannya, agar segala materi yang telah saudara terima, dapat terus dikaji dan dikembangkan pada waktu-waktu mendatang. Dan dapat diwujudkan secara nyata serta tepat sesuai dengan tugas masing-masing,” jelasnya.

Disebutkan, dalam setiap tahapan latihan tersebut, masih ditemukan adanya pelaku yang ragu-ragu dalam bertindak, ragu-ragu dalam berbuat. Dan masih belum terpadunya masing-masing unit yang tergabung dalam Satgas PRC PB, dalam memecahkan berbagai persoalan serta koordinasi masih belum terjalin dengan baik.

Karena keberhasilan gladi lapangan, lanjut dia, sangat ditentukan oleh terjalinnya koordinasi yang baik seluruh peserta untuk dapat merespon permasalahan yang terjadi. Sehingga penanganannya bisa dilaksanakan dengan cepat dan tuntas.

Maka kedepan, diharapkan pelaksanaan tugas-tugas penanggulangan bencana alam harus dapat dipadukan secara, sinergis dengan seluruh kegiatan aparat pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat yang ada.
“Agar tidak ada lagi aparat atau instansi yang bertindak dan berjalan sendiri-sendiri. Untuk itu diperlukan adanya koordinasi yang harmonis antar sesama aparat terkait, sehingga tercipta kekompakan dan soliditas aparat pemerintah di wilayah ini, secara berdaya guna dan berhasil,” pesan Danrem. (PEN 151)

Comment