by

DD-ADD Desa Alusi Tamrian Dipertanyakan

Ambon, BKA- Masyarakat Desa Alusi Tamrian, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) meminta kejelasan terkait penggunaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) oleh Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dan Kepala Desa (Kades) Alusi Tamrian di tahun 2017, 2018 dan 2019.

Pasalnya, ada dugaan penyalahgunaan angaran ratusan juta rupiah di tahun 2017 dan 2018 oleh KAdes Alusi Tamrian dan pengadaan sepeda motor desa yang di peruntukan untuk ketua BPD Desa Alusi Tamrian di tahun 2019.

Tokoh Masyarakat di Desa alusi Tamrian, Fidelis Resilai, saat di konfirmasi koran ini mengaku, terkait pengadaan sepeda motor dan printer untuk BPD Desa Alusi Tamrian, dananya sudah dicairkan sebesar Rp.22.000.000. Bahkan telah dilakukan pembelajan, namun motor dan printer tersebut hingga kemarin blum ada di tangan BPD dan perangkatnya.

Sementara terkait dugaan penggunaan dana desa tahun 2019, terdapat banyak pengadaan yang mana anggarnya suda di cairkan ratusan juta, namun bukti fisik dari pengadaan tersebut tidak pernah diperlihatkan.

Ada juga bantuan, lanjut Fidelis, untuk masyarakat yang keracunan kerbau dalam satu tahun sebesar Rp. 20.000.0000, bantuan untuk pemberdayaan masyarakat berupa sapi jantan tiga ekor seharga Rp24 000.000, sapi betina tiga ekor seharga Rp.24 000.000, transportasi sebesar Rp. 2.000.000, bantuan BPJS bagi masyarakat miskin 20 orang, perorang setahun Rp. 306.000.
Ada juga pengadaan sarana dan prasarana masyarakat kreatif berupa, skap strom, mesin somel, mes profil, bor strom, gergaji, Pahat, dan lain-lain dengan total biaya, Rp 38.795.350. Yang sampai saat ini tidak diberikan kepada dua kelompok mebel yang ada di desa itu.

Kemudian pemeliharaan sarana prasarana air bersih Rp. 35.000.000 tahun anggaran 2017, bantuan jamban bagi keluarga miskin 30 unit Rp. 35.000.000, perlengkapan PAUD Desa Rp 10.000.000, tapi fakta di lapangan juga tidak ada.
Dirinya juga telah meminta, salah satu staf pemerintah desa untuk memberikan bukti kwitansi pembelanjaan dana-dana tersebut. Hanya saja, pihak tersebut enggan memberikan bukti kwitansi belanja yang katanya ada pada dirinya. Tetapi jika ada masalah terkait bantuan-bantuan tersebut maka dirinya akan membuktikan degan kwitansi-kwitansi itu.

Dikatan, persoalan penggunaan DD dan ADD yang sudah sangat nyata terlihat pemanfaatannya yang menyelewengkan dari aturan, telah diketahui oleh Camat Kormomolin Frangklin D Lambiombir. Namun hal tersebut justru dibiarkan. Sehingga besar dugaan, ada intervensi camat sehingga kejahatan di desa Alusi Tamrian selalu berjalan mulus.

“Pihaknya bersama seluruh masyarakat penerima bantuan, telah menyurati resmi ke Bupati Petrus Fatlolon, Kejari, Inspektorat BOMD, Asisten 1 Setda KKT. Namun hingga saat ini tidak ada tanggapan sedikitpun dengan laporan kami,” beber Fidelis, Rabu (7/4).

Sekretaris Desa (Sekdes) Alusi Tamrian, Teodorus Titirlolobi, saat dikonfirmasi koran ini sebelumnya, engan berkomentar. Dan mengarahkan pertanyaan tersebut ke bendahara desa. “Lebih jelasnya ke bendahara desa saja, biar seluruh penjelasan lebih jelas,” kata Teodorus. (BTA).

Comment