by

Demokrat Belum Usul PAW Wattimena

Wellem Zefah Wattimena (WZW), terdakwa narkotika yang dituntut 1,4 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), ternyata masih tercatat aktif sebagai anggota DPRD Maluku. Partai Demokrat sendiri belum melakukan pemecatan maupun pergantian antar waktu (PAW) terhadap Wattimena.

Padahal lewat persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Kamis (6/5) lalu, dipimpin Pasti Tarigan dan didampingi dua hakim anggota lainnya, Christina Tetelepta dan Adam Adha telah memvonis terdakwa Wattimena yang terbukti bersalah, dengan melanggar Pasal 127 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Yakni dengan tuntutan 1,4 tahun penjara, meski nantinya lewat penasehat hukumnya meminta agar divonis rehabilitasi.

Ironisnya, Wattimena mendapat justru perlindungan kuat dari internal partai berlambang Mercy itu. Sehingga status keanggotaannya masih tetap sebagai anggota DPRD dari Fraksi Demokrat.

Sementara lewat pernyataan Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina, seperti yang diberitakan koran ini sebelumnya, menyatakan akan memecat Wellem Zefah Wattimena, jika pihak penyidik Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease menetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggunaan narkoba jenis shabu-shabu.
Dimana keputusan itu telah diatur sesuai aturan partai, bahwa ketika ada anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dan terbukti bersalah, maka partai tidak segan-segan untuk memecat sebagai keanggotaan partai Demokrat.

Faktanya, apa yang disampakan Pattiasina selaku justru tidak konsisten. Sebab, sampai saat ini belum ada langkah-langkah tegas yang dilakukan. Hal ini juga diduga karena adanya dukungan kuat dari Michael Wattimena selaku pengurus DPP Demokrat, yang juga merupakan kakak kandung dari Wellem Zefah Wattimena.

Sementara itu, Ketua DPRD Maluku, Lukcy Wattimury yang dikonfirmasi awak media, Selasa (18/5) mengaku, hingga saat ini Wellem Zefah Wattimena masih berstatus aktif sebagai anggota DPRD Maluku. “Tentang pak Wellem sampai saat ini, beliau belum ada usulan PAW dan masih berstatus aktif sebagai anggota. Bahkan siapa yang mau menonaktifkan pak Wellem, namun nantinya kami akan pelajari yang namanya ketentuan yang ada untuk mendapat satu kepastian,” tutur Wattimury.

Namun yang pasti, lanjut Wattimury, apakah itu yang berkaitan dengan PAW Wattimena sebagai anggota DPRD, bukan menjadi kewengan DPRD. Melainkan menjadi kewenangan Partai Demokrat sendiri. Dan secara kelembagaan DPRD, belum ada satu surat yang diterima terkait dengan pengusulan PAW dari Partai Demokrat.

“Tentu itu beda dengan Partai sudah mengusulkan, sehingga kita tetap berpedoman kepada aturan yang ada di dewan ini. Kalau sesorang itu di PAW itu jika meninggal dunia atau dipecat dari partai, sehingga nantinya diusulkan oleh partai itu sendiri,” tandasnya.

Di lain tempat, Ketua DPD Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina yang dihubungi koran ini via seluler, belum bisa terhubung hingga berita ini dimuat. (RHM)

Comment