by

Desa Kaki Air Akan Dialiri Listrik

BURU-BKA, Selama ini, masyarakat Desa Kaki Air, Kecamatan Teluk Kaiely, belum pernah merasakan pelayanan kelistrikan dari PLN.

Untuk menerangi rumah di malam hari atau sekedar menikmati teknologi, mereka memenuhi kebutuhan listriknya secara mandiri. Ada yang menggunakan genzet, bahkan ada yang masih menggunakan lampu pelita di malam hari.

Dengan kondisi tersebut selama ini, membuat masyarakat Desa Kaki Air sangat antusias dengan rencana PLN Maluku-Maluku Utara (MMU) untuk memasok listrik ke desa tersebut.

Bahkan 2 Agustus lalu, Penjabat Kepala Desa (kades) Kaki Air, Rahmawati Dafrullah, bersama pihak PLN telah meninjau lokasi yang akan dijadikan titik pemasangan tiang listrik.

“Jadi kemarin, saya bersama pihak PLN ini langsung ke lokasi untuk mengecek titik-titik yang akan dibangun tiang listrik. Sebab untuk aliran listrik mau masuk di Desa Kaki Air ini kan agak susah, soalnya tidak ada jalan yang tembus ke sini,” kata Rahmawati, kepada BeritaKota Ambon, Selasa (3/8).

Sebenarnya untuk pengadaan jaringan listrik ke Desa Kaki Air, ungkapnya, sudah diusulkan sejak tahun lalu. Sehingga kurang lebih tujuh vendor yang datang untuk pantau lokasinya.

Namun dari hasil pantauan yang dilakukan tujuh vendor itu, katanya, semua tidak ada yang berani atau siap menangani pemasangan tiang listrik dan perkabelan menuju Desa Kaki Air. Semuanya beralasan, tidak ada jalan untuk melintasi hutan menuju desa itu. Semuanya hutan lebat.

Baca juga: Pemdes Lamahang Salurkan BLT Maret

Tapi untuk mendukung upaya PLN untuk mengaliri listrik di Desa Kaki Air, katanya, masyarakat akan bergotong royong membantu pihak PLN untuk pendirian tiang listrik maupun pemasangan kabel.

“Iya, pihak PLN mau membantu, tapi harus bergotong dengan masyarakat. Nanti pihak PLN juga akan bantu masyarakat dengan pemasangan meteran yang daya 900 VA secara gratis,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Desa Kaki Air telah betkomitmen mendukung masuknya listrik ke desa tersebut. “Mereka siap bergotong-royong mengangkut material, juga rela memasuki hutan lebat karena dilalui jaringan listrik, demi mengharapkan desa yang belum tersentuh layanan listrik itu, supaya secepatnya bisa terang seperti desa lain,” pungasnya.(MG-1)

Baca juga: Dua Tahun, Tiang Listrik di Bursel Tak Difungsikan

Comment