by

Desa Waeura Produksi Bawang Merah 50 Ton Per Tahun

Ambon, BKA- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru sangat membanggakan hasil pertanian mereka, baik ditingkat Provinsi Maluku maupun nasional.

Sektor pertanian memang menjadi sektor unggulan bagi pembangunan di Kabupaten Buru.

Selain Kecamatan Waepo yang memang terkenal sebagai sentra pertanian di Kabupaten Buru, Kecamatan Waplau juga punya potensiyang sama.


Menurut Camat Waplau, Ir. Abdurahman Andjarang, kecamatan tersebut terdiri dari 10 desa dan satu desa persiapan. Sebagian besar masyarakatnya tinggal di daerah pesisir yang bermata pencarhaian sebagai nelayan Tuna. Namun satu dari desa itu merupakan penghasil pertanian Bawang Merah.

“Jadi ada desa yang sudah cukup eksis dan maju dengan produksi bawang, yakni, Desa Waiura. Desa Waeura itu dia bisa memproduksi bawang setiap tahun itu diatas 50 ton,” ucap Andjarang, belum lama ini.

Dari hasil Bawang Merah puluhan ton itu, katanya, tidak hanya dijual di Kabupaten Buru, namun dijual hingga di Kota Ambon yang merupakan Ibukota Provinsi Maluku.

“Iya, rata-rata para pedagang yang langsung beli secara partai dan dikirim ke Ambon. Kemudian ada juga pedagang di Kabupaten Buru, Kota Namlea, itu rata-rata beli Bawang Merah di Waeura,” ungkapnya.

Memang aku Andjarang, geografis di Kecamatan Waplau tidak terlalu mendukung untuk bercocok tanam, karena lahannya berbukit. Beda dengan lahan pertanian di Kecamatan Waepo, Kecamatan Waelata dan Kecamatan Lolong Guba, yang lebih landai.

“Jadi rata-rata lahan pertanian kita itu, begitu lah ada bukit, gunung. Jadi tidak terlalu bagus dalam pengelolaan, perlu tenaga ekstra,” bebernya.

Walaupun demikian, hal itu tidak mempengaruhi produksi Bawang Merah di Desa Waeura. Kondisi penyebaran virus corona saat ini, katanya, juga tidak mempengaruhi petani.

“Jadi produksi atau pola tanam bawang merah di Desa Waeura saya kira tidak terlalu terpengaruh dengan Covid-19. Tapi bisa juga dalam pemasarannya, saya belum lihat secara nyata, apakah pengaruh pemasaran Bawang Merah dengan adanya Covid-19. Tapi dari pantauan secara umum, bawangnya sudah habis terjual,” pungkasnya. (MSR)

Comment