by

Desak Inspektorat Selesaikan Audit ADD Sehati

Ambon, BKA- Lembaga inspektorat Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) diminta agar segera menyelesaiakan perhitungan audit Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD) Negeri Administrasi Sehati, Kecamatan Amahai.

Tokoh masyarakat Negeri Administrasi Sehati, Librek Sopacua mengatakan, sesuai koordinasi pihaknya dengan Kejari Malteng, laporan ADD dan DD tersebut belum juga selesai perhitungan dari inspektorat Malteng.
“Kita koordinasi kemarin, Kejari bilang sementara menunggu audit dari inspektorat,” ungkap Sopacua ketika menghubungi Beritakota Ambon, Jumat (9/4).
Menurutnya, mengingat penanganan kasus ini sudah cukup lama, dan ditakutkan oknum-oknum yang diduga dalang dibalik kasus ini melarikan diri, maka, harusnya pihak Kejari Malteng segera berkoordinasi dengan inspektorat demi mepercepat kasus ini.
“Karena informasi yang kita dengar, kades sudah melarikan diri. Makanya saya mewakili masyarakat berharap, agar penyidikan kasus ini secepatnya dituntaskan. Segera tetapkan siapa tersangkanya dibalik raibnya uang miliaran ini,” imbuhnya.

Dia menambahkan, kasus ini,laporan pertama tahun 2019, kemudian 8 Februari 2021 masyarakat kembali memasukan laporan tambahan di Kejari Malteng. “Jadi saya berharap, Kejari Malteng dapat menuntaskan kasus ini dengan secepatnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Librek Sopacua mengungkapkan, dugaan korupsi ADD dan DD ini disinyalir dilakoni kepala pemerintah negeri administratif Sehati inisial M.W.
Sesuai data temuan di lapangan, diduga ada sejumlah item pekerjaan yang fiktif. Diantaranya, pengadaan bantuan kepada nelayan, berupa, bodi ketinting, mesin ketinting dan jaring, dengan total Rp.103.500.000.
Kemudian ada sejumlah pekerjaan yang anggarannya diduga di mark-up. Diantaranya, bantuan peralatan pertanian dan perkebunan yang dianggarkan sebesar Rp.30 juta, bantuan sarana produksi, distribusi dan pemasaran untuk pelaku usaha ekonomi masyarakat, pekerjaan rehabilitasi perpustakaan, peningkatan sarana taman baca, dan sanggar belajar, pekerjaan proyek air bersih.
“Anggaran untuk belanja bidang kesehatan, diduga terjadi mark-up dan fiktif. Sejumlah item kegiatan yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp 81.575.000,” beber Librek Sopacua tokoh masyarakat Sehati, belum lama ini.
Dia mengaku, untuk intem-item kegiatan belanja yang lain, telah terlampir dalam laporan yang dimasukan ke kejaksaan.
“Jadi karena tahun 2016, 2017 dan 2018, laporan kami di Kejari Malteng tidak digubris, maka tahun 2019 ini, Kades kembali melakukan perbuatan melawan hukum. Dan hal tersebut benar-benar terjadi sesuai fakta yang terjadi di lapangan. Makanya dalam laporan, sudah kita sampaikan semua anggaran empat tahun berjalan,” tukasnya.(SAD).

Comment