by

Desak Kadis Perindag Tinjau Pasar Apung

AMBON-BKA, Para pedagang pasar Apung kembali mendesak Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Kota Ambon, Sirjhon Slarmanat untuk segera meninjau kondisi pasar Apung Mardika yang dinilai tidak layak ditempati.

Menurut pedagang, ada banyak masalah terhadap sejumlah lapak yang disediakan pemerintah kota lewat Disperindag. Bahkan hal ini tidak pernah disikapi oleh Sirjhon Slarmanat pasca ditunjuk sebagai kepala dinas.

Salah satunya adalah persoalan listrik yang kini dibebankan kepada para pedagang. Dimana setelah membayar biaya sewa sebesar Rp 3 juta per lapak, para pedang juga diharuskan melakukan pemasangan listrik secara mandiri pada masing-masing lapak yang ditempati.

“Sudah hampir tiga bulan, kami disuruh pindah ke pasar Apung ini. Sudah bayar sewa tiga juta, tapi listrik tidak ada. Mau pasang listrik harus bayar sendiri, padahal ini kan tanggung jawab pemerintah. Makanya kami mau pak kadis datang tinjau sendiri kondisi lapak ini, karena memang tidak layak,” kesal salah satu pedagang Pasar Apung, yang menolak namanya disebutkan, Minggu (8/8).

Menurutnya, para pedagang yang ada di pasar Apung, merupakan pedagang yang sebelumnya berjualan di Gedung Putih Mardika. Sehingga ketika dipindahkan, maka tempat yang disediakan harus layak dan tidak mempersulit pedagang.

Baca juga: Lapas Ambon Maksimalkan Pengamanan

“Kita semua ini dulu berjualan di Gedung Putih, kemudian dipindahkan ke pasar Apung ini. Tapi masalahnya tidak ada listrik, padahal sudah bayar sewa 3 juta. Tapi kita juga disuruh pasang listrik sendiri, ini kan persulit pedagang. Apalagi dengan kondisi Covid ini. Harusnya, pak kadis tinjau kondisi lapak ini supaya tahu kalau memang banyak masalah,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang Aktivis Pemuda Maluku, Said Moksen Almadahli mengaku, kondisi para pedagang yang menempati Pasar Apung sangat memprihatinkan. Sebab, ketika diharuskan membayar biaya sewa sebesar Rp 3 juta, para pedagang juga diharuskan lakukan pemasangan listrik secara mandiri.

“Mereka (pedagang), aktif dalam Gedung Putih. Selalu mereka bayar pajak. Masa sampai sekarang listrik saja belum difasilitasi di Pasar Apung,” herannya.

Dirinya juga mengaku, Kadis Perindag telah melakukan pembohongan publik, karena membawa nama Dinas PUPR Kota Ambon dalam masalah ini. Yang mana pernah menyebutkan akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk pemasangan listrik pada lapak pedagang di pasar Apung. Sementara Dinas PUPR sendiri mengaku tidak terlibat.

“Ini menyangkut hak masyarakat khususnya pedagang yang direlokasi ke Pasar Apung. Mereka tidak mungkin beraktivitas tanpa listrik. Sebagai pejabat jangan membohongi publik,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kadis Perindag Ambon, Sirjhon Slarmanat mengaku, Dinas PUPR Kota Ambon sementara berkoordinasi dengan pihak PLN untuk nantinya lakukan pemasangan listrik di Pasar Apung.

Baca juga: Walikota Ambon Sembuh Dari Covid-19

“Masih terus dalam koordinasi lewat Dinas PU yang menangani soal penerangan itu. Dan kemudian diharapkan dalam waktu dekat listrik sudah bisa berfungsi, ” terang Sirjhon kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Ambon, Melianus Latuihamallo saat dikonfirmasi terkait masalah pemasangan listrik di Pasar Apung, justru membantah pernyataan Sirjhon.

“Untuk kegiatan semua kita tidak masuk sampai di situ (Pasar Apung). Kita tidak terlibat di situ. Bantu untuk penerangan didalam-dalam itu kita tidak. Itu Dinas Perindag yang bangun,” beber Melianus. (IAN)

Comment