by

Desak Pemkot Perbaiki TPK Corona

Ambon, BKA- Pemerintah Kota Ambon kembali didesak untuk segera memperbaiki Tempat Pemakaman Khusus (TPK) Covid-19 yang berlokasi di kawasan desa Hunuth, kecamatan Teluk Ambon. Dengan membangun talud penahan tanah serta drainase untuk menghindari longsor.

TPK Corona saat ini masih terbengkalai akibat musim penghujan. Yakni pasca ditetapkan sebagai lokasi TPK bagi jenazah Covid-19, lokasi makam tidak dilengkapi dengan talud penahan tanah dan drainse, sehingga sering terjadi longsor ketika hujan deras.

Kondisi makam yang ada, hanya tersisa nisan dan beberapa karangan bunga. Dimana seluruh permukaan makam terlihat rata dengan tanah akibat erosi.

“Maka itu Pansus mendesak agar Pemerintah Kota lewat Dinas PUPR Kota Ambon untuk segera memperbaiki TPK Corona. Untuk segera mengerjakan talud penahan tanah dan sistem drainase. Kan sudah ada danya itu sektiar 300 juta lebih,” ungkap Wakil Ketua Pansus Covid-19 DPRD kota Ambon, Zethh Pormes, kepada wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Senin (3/8).

Politisi Golkar ini mengaku, pekan kemarin Pansus Covid-19 telah melakukan tinjauan ke TPK Corona dan hasilnya sangat memprihatinkan. Bahkan dari laporan masyarakat sekitar, jalan yang menghubungkan Kota Ambon dan kecamatan Leihitu kabupaten Maluku Tengah itu sering tertutup timbunan longsor yang turun dari lokasi makam. Sehingga harus secepatnya diperbaiki.

Bahkan ditakutkan, lanjut dia, TPK tersebut bisa hancur jika terjadi longsor. Karena lokasi makam tidak dilengkapi dengan talud penahan tanah maupun drainase.

“Anggarannya kan sudah ada, jadi sudah harus dibangun sekarang. Kalau tetap dibiarkan pasti akan semakin hancur ketika longsor. Maka itu Dinas PUPR harus segera memperbaiki itu,” tandasnya.

Pormes menilai, belum mendapat penjelasan dari dinas terkait maupun lewat Tim Gugus Tugas terkait pekerjaan tersebut. Namun Ia berharap, dinas terkait segera melakukan perbaikan sesuai anggaran yang telah dikucurkan.

“Tidak tahu kendalanya apa, tapi pasti PUPR akan perbaiki. Maka itu kita desak agar secepatnya pekerjaan ini diselesaikan karena ini masih musim penghujan. Karena sesuai hasil tinjauan kita di lapangan, prinsipnya kita minta untuk dipercepat pekerjaannya,” harapnya.

Sebelumnya, sesuai pantauan koran ini, Minggu (26/7), ada belasan makam jenazah Covid-19 yang dikuburkan pada lokasi tersebut. Namun terlihat terbengkalai dan tidak tertata dengan baik. Seluruh makam tertutup longsoran tanah dan hanya terlihat nisan dan beberapa karangan bunga.

Ini akibat belum adanya talud penahan tanah yang dibangun oleh Pemerintah Kota Ambon lewat dinas terkait. Sehingga setiap hujan, daerah tebing sekitar selalu terkikis dan turun menutupi lokasi makam.

Bahkan longsoran sering menutupi badan jalan sehingga mempersulit para pengendara yang melintas. Baik yang hendak menuju kota Ambon atau sebaliknya menuju kecamatan Leihitu. (UPE)

Comment