by

Desak Penegak Hukum Tangani Masalah Gumumae

beritakotaambon.com – Pembangunan talud di Pantai Gumumae, Desa Sesar, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang dikerjakan dengan APBD 2020 sebanyak Rp 1,4 miliar kembali hancur. Hal ini lantas menarik perhatian publik, yang meminta keseriusan Inspektorat dan Kejari serius menangani masalah ini.

Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang SBT, Asrun Wara-Wara mendesak penegakan hukum di daerah, yakni Inspektorat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk menyikapi serius masalah kerusakan talud tersebut.

Jika tidak, maka dalam waktu dekat, PMII Cabang SBT akan datang meminta pertanggungjawaban penegakan hukum dalam menangani masalah tersebut.

“Inspektorat dan kejari setempat harus serius menangani masalah ambruk pembangunan talud Gumumae itu sampai tuntas. Karena, dari awal Kejaksaan juga sudah merampungkan data-data soal kerusakan pembangunan talud. Jangan sampai persoalan tidak lanjut. Karena sudah banyak APBD yang digunakan, tapi apa ? Hasilnya tidak sesuai sebagaimana disaksikan saat ini,” terang Asrun, kepada media ini, Jumat (27/8).

Menurut dia, masa pemeliharaan telah berakhir pada Juni 2021. Maka tidak ada kata lain, kecuali masalah ini harus ditangani dengan serius penegak hukum sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Dengan kondisi amburadul seperti saat ini, maka menunjukkan bahwa proyek ini hanya dikerjakan secara asal-asalan. Tanpa mempunyai perencanaan yang matang,” tegasnya.

Dirinya juga mendesak Inspektorat dan Kejari melakukan proses hukum terhadap Konsultan CV. Julion Jaya Pratama, yang menangani pekerjaan proyek talud Gumumae sepanjang 700 meter itu. Diketahui, pembangunan tersebut ditangani Satker Dinas Pariwisata Kabupaten SBT. Dan pihaknya menduga, ada permainan oleh oknum-oknum tertentu.

Hal senada disampaikan Ketua ll Bidang Eksternal Dan Agitasi Publik PMII SBT, Amir Ena. Menurut dia, pembagunan talud Gumumae itu sebagai bentuk keindahan di tempat wisata setempat.

“Masalah kerusakan pembangunan talud ini sudah berulang kali. Maka itu, sekali lagi kami PMII Cabang SBT mendesak agar secepatnya masalah ini diselesaikan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” pintanya.

Sekedar tahu, kondisi talud Gumumae mengalami ambruk yang sangat parah pada bagian paving blok sepanjang 100 meter lebih. Serta 40 meter lebih sebagian tembok talud hancur. (SOF)

Comment