by

Desak Satgas Evaluasi Data Covid-19

Ambon, BKA- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 kota Ambon diminta lebih transparan terkait data pasien terkonfirmasi maupun yang meninggal dunia akibat Covid-19. Sebab ditakutkan, data dari kabupaten/kota lain sengaja digabungkan untuk mempengaruhi zona penyebaran Covid-19 di kota Ambon.

Tak hanya itu, Satgas Covid-19 juga diminta melakukan evaluasi hingga proses identifikasi terhadap jumlah pasien terkonfirmasi yang dinyatakan meninggal akibat Covid-19. Karena diduga, dari data Covid yang dirilis setiap hari terkait kasus terkonfirmasi positif, dirawat maupun yang dinyatakan meninggal dunia, berbeda dengan fakta di lapangan. Sehingga mempengaruhi zona penyebaran Covid dan membuat kota Ambon sulit menuju zona kuning maupun hijau.

“Harusnya ketika ditetapkan zona merah, maka harus jelas dan transparan kepada masyarakat totalnya berapa. Karena ditakutkan, data orang terkonfirmasi yang dirawat di kota Ambon, justru masuk dalam data Covid-19 kota Ambon. Dan ketika mereka meninggal, maka ini tentunya berpengaruh terhadap zona penyebaran, karena terdaftar sebagai pasien kota Ambon. Ini yang harus dievaluasi, apakah benar atau tidak,” heran Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Julius Toisuta, saat dikonfirmasi wartawan di gedung DPRD Belakang Soya, Selasa (23/2).

Sekretaris Fraksi Demokrat Kota Ambon ini menilai, jika ada pasien terkonfirmasi dari kabupaten kota lain di Maluku yang dirujuk ke kota Ambon, kemudian meninggal dan dimasukan sebagai data Covid kota Ambon, maka akan tetap memepengaruhi zona penyebaran Covid. Dimana Kota Ambon akan tetap berada pada zona merah atau orange, dan sulit berpindah ke zona kuning atau hijau.

“Dengan peningkatan pasien yang dinyatakan meninggal akibat Covid, maka tentu bisa mengubah kategori dari zona orange misalnya menjadi zona merah. Jangan jadikan daerah ini seperti daerah yang tidak menentu, karena tiba-tiba zona orange terus naik lagi merah, dan turun lagi orange. Bisa saja Ambon tidak masuk dalam zona merah, karena hanya pasien yang masuk berobat di Kota Ambon dan terkonfirmasi langsung dinaikan jumlahnya,” tuturnya.

Toisuta mengaku, nantinya akan melakukan koordinasi dengan Pansus Covid-19 DPRD Kota Ambon untuk mengevaluasi data Covid bersama Pemkot Ambon lewat Satgas Covid. Sekaligus mempertanyakan apakah pasien terkonfirmasi Covid dari kabupaten/kota lain yang dirawat di kota Ambon, masuk sebagai data Covid-19 kota Ambon atau tidak. Sebab jika demikian, maka Ambon akan sulit menuju zona kuning maupun hijau.

“Kita akan dorong Pansus senantiasa melakukan pertemuan dengan Satgas dan dinas terkait. Supaya bisa menjalankan fungsi pengawasan untuk mengevaluasi hal tersebut, sehingga tidak ada tekanan,” tutup Toisuta.

Tempat terpisah, Jubir Satgas Covid-19 Ambon, Joy Adriansz, saat dikonfirmasi mengaku, ada kesalahan pendataan yang dilakukan Balai Teknis Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas II Ambon dalam mendata pasien terkonfirmasi Covid-19 dari kabupaten Maluku Tengah sebagai pasien kota Ambon. Dimana BTKL-PP Kelas II Ambon ketika mengeluarkan hasil swab pasien erkonfirmasi yang berasal dari kabupaten lain, dilakukan secara kolektif.

“Data hasil swab yang keluar dari BTKL, berupa data kolektif. Sehingga beberapa kali terjadi kekeliruan saat mengidentifikasi lokasi tempat tinggal pasien. Misalnya dari Suli, Hatu, datanya yang masuk wilayah Malteng, oleh BTKL dimasukan sebagai data pasien kota Ambon,” beber Joy.
Dituturkan, alasan BTKL -PP Kelas II Ambon masukan data pasien Covid-19 dari Kabupaten Malteng ke Kota Ambon, lantaran masih berada dalam satu pulau. “Karena dianggap masih berada dalam pulau Ambon,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Joy, terjadi perbedaan data pasien pada alamat tempat tinggal dengan data pada KTP elektronik yang dimiliki. “Namun sudah dilakukan verifikasi oleh Satgas Kota Ambon melalui dinas kesehatan,” sebut dia.

Disinggung terkait keberadaan 273 pasien yang dirawat akibat terkonfirmasi positif Covid-19 dan yang diisolasi sesuai data Covid-19 yang dibagikan, Joy menambahkan, ada yang diisolasi secara terpusat dan mandiri.

“Dari 273 ada yang di isolasi terpusat yang disiapkan Pemkot Ambon. Ada yang dirawat di RS. Itu sudah akumulasi data warga kota Ambon. Termasuk yang isolasi mandiri,” tuturnya.

Ditanya lagi, apakah saat ini pasien terkonfirmasi Covid-19 yang sementara diisolasi berasal dari kabupaten lai, Joy akui, hal tersebut harus dikonfirmasikan langsung ke Satgas Covid-19 Provinsi Maluku. “Kalau pasien luar kota Ambon, baiknya konfirmasi ke satgas provinsi,” tutupnya. (UPE/IAN)

Comment