by

Dibawah 17 Tahun Tak Perlu Kartu Vaksin

AMBON-BKA, Warga Kota Ambon usia 12-17 tahun yang ingin bepergian ke luar daerah melalui transportasi udara, tidak perlu mengantongi kartu vaksin sebagai salah satu syarat administrasi di Bandara Pattimura Ambon.

Sekertaris Kota (Sekkot) Ambon Anthony Gustaf Latuheru mengaku, hal tersebut karena kota Ambon belum memiliki vaksin khusus buat warga yang berumur 12 sampai 17 tahun.

“Tidak usah mereka minta keterangan kartu vaksin lagi. Lihat saja KTP kalau 12 sampai 17 tahun itu ijinkan naik saja. Karena kita belum punya vaksin buat umur itu,” tandas Latuheru, kepada wartawan, Kamis (29/7).

Diakuinya, pemerintah kota sudah melakukan koordinasi dengan pihak Bandara Pattimura untuk membicarakan masalah tersebut. Untuk itu, bagi warga Kota Ambon yang berusia 12-17 tahun bisa berangkat tanpa kantongi kartu vaksin.

Baca: 3T Dinilai Penting Putus Penyebaran Covid-19

“Kita belum ada vaksin untuk anak-anak berusia 12 tahun sampai 17. Sebenarnya kami ambil solusi supaya membantu masyarakat ini. Saya bilang, sudah konfirmasi dengan bandara,” terangnya.

Menurut Latuheru, kalau daerah lain seperti pulau Jawa dan Bali mewajibkan warganya yang berumur 12-17 tahun memiliki kartu vaksin sebagai salah satu persyaratan keluar daerah, itu dikarenakan mereka punya stok vaksin terhadap warga dengan usia tersebut.

“Dalam Intruksi Menteri, Intruksi walikota nomor 6 tentang pelaku perjalanan, yang mau ke pulau Jawa dan Pulau Bali harus punya vaksin pertama PCR negatif, baru proses keberangkatan. Di luar pulau Jawa dan Bali sama berlakunya. Dia berlaku bukan hanya orang dewasa, termasuk anak-anak harus memiliki kartu vaksin,” sebut dia.

Sementara untuk warga Kota Ambon yang diatas usia 17 ke atas, lanjut Latuheru, harus memiliki kartu vaksin jika mau keluar daerah. Dan hal tersebut dilakukan untuk menekan penularan Covid-19 ketika melakukan perjalanan antar daerah.

Baca: Agustus, Dana Gempa Tahap II Cair

Dia juga berharap, warga yang akan berurusan terkait persyaratan keluar daerah di gedung Balai Kota Ambon bisa sadar dengan protokol kesehatan. Agar tidak perlu ditegur oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP).

“Kita berharap tidak ada lagi Satpol PP yang jaga di kantor ini (Balai Kota). Kursi yang kita sudah taruh. kursi saja mereka tarik lagi. Inikan kebiasaan kita yang kaya begini. Kita sebagai tuan rumah akan memberi teguran. Saya harap warga sadar dengan sendirinya tentang protokol kesehatan,” pesannya.

Ia menambahkan, kantor walikota bukanlah pasar atau jalan yang seenaknya tidak jalankan protokol Kesehatan. “Seharusnya masyarakat sudah sadar, karena ini sudah dua tahun protokol kesehatan dilakukan. Inikan bukan di pasar atau di jalan, tapi ini di kantor,” tutupnya. (IAN)

Comment