by

Diduga Dana BOS Dikorupsi, Guru Honorer SMA 45 Ambon Belum Digaji

beritakotaambon.com – Praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) berpotensi terjadi di SMA 45 Ambon.Guru honorer mengeluh, mengabdi sejak tahun 2020 sampai 2021 baru digaji tiga bulan. Itu pun pembayaran tidak sesuai dengan kesepakatan Kepala sekolah dengan para guru honorer. Hal ini diduga telah terjadi penyalahgunaan keuangan negara di lembaga pendidikan tersebut.

Salah satu Guru Honorer yang meminta namanya dirahasiakan kepada Beritakota Ambon mengungkapkan, perbuatan yang dilakukan kepala SMA 45 Ambon, Alouwisye Hitipeuw sangat tidak manusiawi.

Pasalnya, pembayaran upah gaji kepada guru honorer tidak transparan. Misalnya, di tahun 2020, ia hanya menerima gaji satu bulan selama satu tahun berjalan. Ditambah lagi di tahun 2021, ia baru menerima gaji dua bulan, sementara sudah mendekati bulan Desember, sehingga harusnya hak-hak mereka dibayar lunas.

“Saya ini bingung dengan kebijakan kepala Sekolah. Karena pengabdian saya sejak tahun 2020 di sekolah itu, tapi baru terima gaji satu bulan. Sama hal di tahun 2021 ini, baru pernah terima gaji dua bulan. Saat kita tanyakan hal ini, kepala sekolah bilang dana BOS ( Bantuan Operasional Sekolah) belum cair dari dinas pendidikan Provinsi,” tutur dia melalui sambungan selulernya, Minggu (21/11) kemarin.

Kata dia, sesuai kesepakatan tahun 2020 lalu, jam mengajar honorer disepakati perjam enam ribu lima ratus, itu pun tidak dibayar hanya dua bulan untuk guru honorer dengan rincian satu bulan sebesar Rp.180 ribu.

“Pembayaran itu pun di cicil. para honorer tidak pernah tandatangan daftar gaji. Cuma bendahara panggil lalu masuk ke ruangan tandatangan saja. Jadi yang diterima hanya uang Rp.200 lebih,” keluhnya.

Baca juga: Dilaporkan Hilang, Mayat Wa Ode Mou Mengambang di Pantai

Sementara di tahun 2021, kata dia, informasi dari kepala sekolah, dana BOS untuk SMA 45 sudah diblokir, padahal itu informasi tidak benar ketika di kroscek ke dinas pendidikan.

“Kemudian di tahun 2021, pembayaran gaji 1 jam Rp,10 ribu. jadi kalau hitung satu bulan terima gaji Rp.500 ribu.Karena mengajar 6 jam. Maka gaji yang diterima mestinya Rp.400 ribu lebih satu bulan. Tapi ini tidak diterima sampai sekarang,” jelasnya.

Dia mengaku, seharusnya kepala sekolah transparan kepada para guru honorer yang hanya mengharapkan dana BOS untuk pembayaran gaji mereka demi kebutuhan mereka sehari-hari.

Sebab, sejak para guru mengeluh dan bertanya kepada kepala sekolah, yang bersangkutan terus berdalih, bahwa dana BOS tersebut belum cair dari dinas Pendidikan.

“Kepsek terus berdalih, dia bilang dana bos belum cair dari dinas. Pokoknya alasan ini sudah terbiasa dia bilang ke kita. Faktanya, beberapa minggu lalu sudah ditanyakan, bagaimana dengan pembayaran gaji honorer, kepsek terus bilang dana belum cair. Tunggu minggu depan. karena belum ada tanda-tanda pembayaran mereka tanyakan lagi, tapi kepsek selalu alasan yang sama. Ini yang buat kita sebagai honorer sangat sengsara. Belum lagi ditambah dengan kebutuhan kita sehari-hari, mana cukup dengan kondisi seperti ini,” tandasnya.

Terpisah kepala SMA 45 Ambon, Alouwisye Hitipeuw, yang dikonfirmasi terkait informasi tersebut, berdalih kalau soal pembayaran gaji honorer tidak boleh dicampuri oleh siapapun.

“Ini urusan kita di sekolah, tidak boleh orang lain campur,” kelit dia melalui selulernya, Senin (22/11) siang.

Baca juga: Tiga Pimpinan DPRD Ambon Masuk Daftar Panggilan Jaksa

Terpisah, pegiat anti korupsi, Herman Syamiloy mengatakan, jika dilihat dari kondisi ini sangat miris. Bagaimana dengan nasib guru honor itu kalau upahnya saja tidak terima dengan jelas.

Untuk itu, sebaiknya, penegak hukum baik itu jaksa maupun polisi masuk usut dugaan tindak pidana penyalahgunaan dana BOS tersebut.

“Ini memang informasi awal tapi sebaiknya penegak hukum langsung masuk usut saja. Supaya masalah seperti ini clear,” tandas Syamiloy.(SAD)

Comment