by

Dikbudpora SBT Undang OKP Dialog Publik

Ambon, BKA- Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Seram Bagian Timur (SBT) mengundang sejumlah Organisasi Kepemudaan di Bumi Ita Wotu Nusa, dalam dialog publik terkait kondisi pendidikan di 15 Kecamatan se-kabupaten SBT, Sabtu (14/11).

Organisasi yang terlibat langsung dalam dialog publik yang bertema “Pembina Forum Masyarakat Peduli Pendidikan” itu diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Gerakan Pemudah Indonesia (GPI).

Plt Kepala Dikbudpora SBT Sidik Rumalowak mengatakan, membangun pendidikan, tidak bisa mengharapkan kemampuan seseorang. Dan memajukan pendidikan, bukan tanggungjawab dinas semata.

“Memperbaiki kondisi pendidikan, kami sangat mebutuhkan masukan, saran dan kritik yang membangun. Agar bisa tercapai tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa” ucap Rumalowak.

Demi menata pendidikan lebih baik, kata dia, pihaknya
siap membuka diri untuk siap menerima kritik dan saran dari semua perwakilan OKP/OKPI. Lanjutnya, di wilayah mana yang masih jauh dari kata sejahtera pendidikan, harap untuk disampaikan dengan jelas.

“Kami harus membuka diri dengan catatan harus menerima saran dan masukan dari semua orang. Kami tidak ingin pujian, tetapi kami harus di kritisi. Mana yang belum terlaksana, atau di luar apa yang menjadi problem kita di lapangan agar harus disampaikan,” tegasnya.

Dirinya bangga, ketika ada pemuda yang datang untuk melakukan aksi unjuk rasa dihadapan dinasnya. Karena bagi Sidik, aspirasi itu menjadi catatan penting untuk memperbaiki kondisi pendidikan yang belum beres. “Kami sangat memberikan apresiasi kepada kaum intelektual muda yang beberapa hari lalu datang melakukan aksi demonstrasi. Dari situlah kami juga proses sehingga kami bisa seperti sekarang” katanya.

Sidik merasa bersyukur atas kehadiran para peserta dialog publik. Walaupun dilapangan masih banyak keterbatasan sarana dan prasarana yang menunjang pendidikan. “Saya minta kepada organisasi Cipayung untuk kita bersama-sama bersinergi serta melihat kondisi sekolah yang memang sangat dibutuhkan pendidikan. Kami dari Dinas terkait siap untuk membantu” ucapnya.
(BKA-2)

Comment