by

Dinas Perikanan Hentikan Ekspor Benih Lobster

Ambon, BKA- Dinas Perikanan Kota Ambon saat ini menghentikan ekspor benih lobster untuk sementara waktu, sembari menunggu petunjuk dari Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon, Steven Patty mengaku, penghentian sementara ekspor benih lobster merupakan dampak dari kasus dugaan korupsi benih lobster yang menyeret Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edy Prabowo belum lama ini.

Yakni setelah Edy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Plt Dirjen Perikanan Tangkap mengeluarkan Surat Edaran untuk moratorium eksport benih lobster.

“Jadi sampai sekarang untuk benih lobster kan tidak diekspor lagi hingga saat ini. Terakhir 27 November 2020 untuk seluruh Indonesia,” terang Steven, kepada wartawan di Ambon, Kamis (10/12).

Dengan begitu, Dinas Perikanan Kota Ambon juga menindaklanjuti Surat Edaran dari Plt Dirjen Perikanan tersebut, dengan mengeluarkan Surat Keterangan Asal Benih (SKAB).

“Untuk bahan benih lobster itu, ada juga yang asal dari Ambon untuk produksi dan kirim. Terakhir, kita dari dinas perikanan mengeluarkan SKAB itu tanggal 26 November. Sesuai waktunya langsung diclosed, itu yang terakhir. Jadi sampai sekarang masih berhenti,” jelasnya.

Diakuinya, untuk ekspor benih lobster dari Ambon ke Jakarta, semua tergantung pada nelayan yang menangkap benih lobster yang sudah ada nomor registrasinya.

“Terakhir yang di BBL kemarin itu kalau tidak salah surat keterangan itu ada 135 benih lobster, kalau tidak salah. Tapi biasanya itu rata-rata ada sampai 1.000 lebih,” terangnya.
Ditambahkan, di Ambon ada dua perusahaan yang produksi benih lobster yaitu, PT Gerbang Lobster Nusantara dan UD Samudera Jaya.

“Tujuan ekspor benih lobster dari Indonesia itu hanya Vietnam. Kota Ambon dibawah masuk ke Jakarta baru diekspor. Karena satu pintu ekspor lewat satu ekspedisi. Memang ada 30 eksportir atau perusahaan yang dapat kuota ekspor tapi ekspornya semua dari Jakarta. Tangkap disini, ekspor dari Jakarta,” pungkasnya. (BKA-1)

Comment