by

Dinkes Diminta Batasi Pengambilan Sampel Swab

AMBON-BKA, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku, diminta agar membatasi pengambilan sampel Swab. Hal ini mengingat banyaknya antrian sampel dari berbagai rumah sakit (RS) di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Kelas II Ambon.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Ruslan Hurasan mengatakan, di tahun 2020 lalu, telah ada kesepakatan antara DPRD bersama Dinkes Maluku, terkait pembatasan pengambilan sempel swab. Dan hal tersebut seharusnya dapat dijalankan secara baik.

Baca: HKBHL Akan Bangun Pabrik dan Yayasan

“Kan di tahun kemarin telah ada kesepakatan bersama antara kami dengan Dinkesnya, sehingga harus bisa ditindaklanjuti oleh Pemda Maluku. Ini juga harus jadi perhatian serius bagi pemda, dimana tahun kemarin kita sudah sepakati, agar dalam pengambilan sempelnya bisa dibatasi. Mengingat kapasitas dari BTKL-PP itu juga sangat terbatas,” tandas Hurasan, saat menghubungi media ini, Minggu (1/8).

Dikatakan, seharusnya dalam pengambilan sempel maksimalnya kurang lebih 350 dalam sehari, sehingga terhindar dari antrian panjang pada laboratorium BTKLPP serta laboratorium Dinkes.

Hal ini perlu dilakukan, lanjut dia, sebab alat pemeriksaan PCR di Maluku kurang. Sementara antrian pengambilan sampel cukup tinggi, dan waktu antrian sempel bisa berminggu-minggu.

Baca: Kejari Buru Kantongi Calon Tersangka TP Bursel

Menurutnya, dalam mengatasi hal itu, perlu ada kesadaran bersama masyarakat untuk taat pada anjuran pemerintah. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus sadar apa yang kurang untuk harus segera dieksekusi. (RHM)

Comment