by

Dinsos Proses Data Invalid Penerima BPNT-BST

Ambon, BKA- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon saat ini sementara memproses data invalid bagi warga penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantun Sosial Tunai (BST).
Namun, untuk verifikasi data 13 Januari lalu, diambil dari 24 desa/kelurahan di Kota Ambon dan telah dikirimkan ke Pusat Data Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) RI.
Kepala Dinsos Kota Ambon, Nurhayati Jassin mengaku, sementara ini, yang belum mengumpulkan berkas untuk dikirim ke Pemerintah Pusat yakni lewat Kemensos, hanya ada dua desa dan 3 kelurahan.

“Yaitu kelurahan Pandan Kasturi, Wainitu, Amantelu. Untuk Desa Ema dan Desa Nusaniwe yang mereka belum berikan data-datanya,” pungkas Nurhayati, kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (26/1).

Alasan desa/kelurahan tersebut belum berikan data, kata dia, karena banyak warga yang belum mengantongi KTP maupun KK. Dan hal ini sedikit menyulitkan pihaknya untuk melakukan proses verifikasi. Sebab, dari kelurahan dan desa tersebut belum dapat berikan data ke pihaknya.

“Kelurahan yang menyatakan bahwa semua Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang NIK invalid, tidak mempunyai KTP dan KK, sehingga tidak satu pun terverifikasi,” beber dia.
Ia berharap, seluruh warga pada 3 kelurahan dan 2 desa yang ada, dapat secepatnya melengkapi identitas diri, baik KTP maupun KK. Agar dapat mempermudah pihaknya untuk melakukan verifikasi data.

“Sebagai warga negara Indonesia kan wajib mempunyai KTP dan KK. Sebab, kalau seperti ini kan yang rugi pasti masyarakat. Untuk itu, saya usul kepada warga untuk bisa memiki KTP dan KK,” pesannya.

Dia menambahkan, kemungkinan proses data yang dilakukan bisa terselesaikan pada Februari 2021. Dan sekaligus KPM sudah bisa mendapatkan hak mereka, yaitu BPNT dan BST.
Sekedar tahu, tercatat di Dinsos Kota Ambon sebanyak 2.161 warga penerima BST. Sementara BNPT ada 1.244 warga. (IAN)

Comment