by

Dipersalahkan AturanIKan Diri, Pemkab Buru Beri Supir Logistik Antigen Gratis

Ambon BKA- Puluhan sopir truk angkutan logistik antar pulau di Maluku, berbondong-bondong mendatangi kantor Bupati Kabupaten Buru, dalam rangka memprotes kebijakan Gubernur Maluku yang mewajibkan mereka harus menjalani rapid test antigen, Jumat (7/5).

Pantauan koran ini, puluhan supir truk dan pemilik logistik yang ada, menyambangi kantor bupati sekitar pukul 11.12 WIT. Kedatangan mereka untuk meminta agar tidak ada aturan yang mewajibkan supir pengangkut logistik memakai rapid test antigen, sebagai syarat berpergian di masa larangan mudik tanggal 6-17 Mei 2021.

Puluhan supir Ambon-Namlea ini, tidak bisa berangkat ke Kota Ambon lantaran tidak menunjuk surat hasil rapid test antigen.

Setelah puluhan supir truk tersebut tiba di Kantor Bupati Buru, mereka diterima Asisten I Bidang Pemerintahan, Masri dan Asisten III Bidang Kepegawaian Kesra, Mansur Mamulati, Kabag Protokol Pemda KabupatenBuru, Umar Karepesina, Kepala Dinas Perhubungan Jamaluddin Samak, dan Sekertaris Satgas Covid-19 Kabupaten Buru, Azis Tomia.

Menurut Tomia, kekecewaan para supir tersebut karena adanya surat edaran gubernur yang terbaru. Sehingga dirinya menawarkan solusi kepada para supir beserta kernet angkutan logistik itu, untuk tetap jalani rapid antigen gratis di RSUD Namlea. Sehingga mereka tidak terhambat kembali ke kota Ambon.

Salah seorang supir truk, Tontjie Helaha mengatakan, Ia bersama teman-teman lainnya tidak bisa berangkat karena aturan dari Pemerintah Provinsi. Sehingga pihaknya mendatangi kantor Bupati Buru agar mendapatkan kebijakan, sehingga mereka bisa pulang ke Ambon bertemu keluarganya masing-masing.

“Ini kan surat edaran gubernur, kan baru kemarin sesuai yang ditunjukkan petugas gugus itu, bahwa ini baru kemarin. Loh kalau kemarin kenapa tidak sosialisasi buat kami, supaya jangan kita bawa
logistik ke sini (Buru). Tidak ada pemberitahuan di Ambon. Jangan jebak kita di sini,” kesal Tontjie.

Anggota dari Perkumpulan Pengemudi Truk Indonesia Maluku ini mengaku, kecewa karena merasa ada perbedaan antara Kabupaten Buru dan kabupaten-kabupaten lain seperti di Seram Bagian Barat (SBB).

“Ini kan untuk Pulau Buru saja, Masohi, Kairatu SBB itu tidak ada. Ini aturannya dari provinsi, katanya surat edaran gubernur. Ada apa di Pulau Buru ? Dari Ambon tidak ada pemberitahuan atau
osialisasi tentang rapid test antigen. Kita sudah sampai di Pulau Buru dan kita mau kembali ke Ambon baru ada informasi seperti itu. Justru itu kita ketahan di pelabuhan Ferry Namlea,” bebernya.

Kata dia, mereka sejak hari Selasa tanggal 4 Mei kemarin tiba di Pelabuhan Ferry Namlea, Buru, dengan menggunakan surat berbadan sehat. Dan itu biasanya satu Minggu masa berlakunya. Sementara para supir logsitik itu belum sampai satu minggu di Namlea.

“Kasihan kita disini sudah tiga hari, berarti dari hari Selasa kami disini. Yang dipermasalahkan ini mereka mau antigen kita, sementara kita punya surat sehat untuk logistik itu jalan seperti biasa. Ini kan seluruh Indonesia, karena ini instruksi presiden tidak boleh menghalangi logistik,” tegasnya.

“Kami sangat mengharapkan untuk pemerintah daerah ini kalau bisa tetap kita lancar saja untuk pengangkut logistik saja. Jangan menghalangi di dekat lebaran ini,” harapnya lagi.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Buru, Jamaluddin Samak menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Buru sudah memberikan solusi dari permasalahan yang terjadi itu. “Setelah kami melakukan pertemuan, kami mengambil langkah atau kebijakan dari pemerintah daerah. Itu sudah memberikan kelonggaran untuk memberikan rapid test antigen gratis bagi para sopir truk dan keneknya,” terang Jamal.

Ia menambahkan, rapid antigen gratis itu diberikan Pemerintah Kabupaten Buru hanya berlaku untuk saat itu saja. “Ini dipakai untuk dokumen perjalanan. Jadi kalau untuk transportasi tidak ada masalah dan ini hanya berlaku hanya untuk hari ini (kemarin) saja. Jadi bagi siapa yang tidak mentaati, mereka berangkatnya besok tidak bisa. Rapid test antigen hanya berlaku hari ini saja,” pungkasnya. (MSR)

Comment