by

Diprediksi Tahun Depan Corona Belum Usai

Ambon, BKA- Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy, megungkapkan, sesuai prediksi para ahli, corona atau Covid-19 belum dapat diselesaikan hingga tahun 2021 mendatang.

“Menurut para ahli, sampai tahun depan itu belum bisa kita memutus mata rantai Covid-19, ” ungkap Pelupessy, kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Kamis (12/11).

Untuk itu, dia berharap, ketika Pemerintah Provinsi Maluku mendapatkan vaksin Covid-19 dari Pemerintah Pusat, maka kuota Kota Ambon harus lebih banyak dibanding kabupaten/kota lainnya.

“Harapan saya seperti kak wali (Walikota Ambon), karena Kota Ambon terkonfirmasi tiga ribuan, dibandingkan dengan kabupaten kota lain yang mungkin cuma ratusan. Yah, kita minta Kota Ambon lebih banyak dikasih vaksin. Tidak bisa dibagi rata,” harapnya.

Pelupessy juga berharap, vaksin Covid-19 tersebut dapat menurunkan angka pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Ambon.

“Cuma kita di Kota Ambon belum tahu, kita akan dapat berapa. Tapi untuk Maluku kan kita sudah tahu, tapi untuk Kota Ambon belum tahu. Tapi kita punya tenaga semua sudah siap untuk melakukan vaksinasi,” terang dia.

Disinggung terkait skor zona penyebaran Covid-19, Pelupessy mengaku, Kota Ambon sampai saat ini masih berada dalam zona orange dengan skor zona 1,14.

“Kalau mau masuk ke zona kuning, skor harus diatas 2,40. Jadi kalau 2,41 kita (Kota Ambon) sudah bisa masuk ke zona kuning, ” terangnya.

Bukan itu saja, tambahnya, yang jadi masalah ketika Ambon menuju ke zona kuning, karena ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Dan itu, lanjut dia, sangat mempengaruhi skor zona.

“Indikator penilaian terbesar itu ada tiga. Turunnya angka terkonfirmasi positif, tingginya angka kesembuhan, kita masih bisa. Tapi yang paling tinggi 85 itu di kematian. Makanya kita harus jaga itu,” tandas dia.

Dijelaskan dia, jika dalam PSBB transisi tahap IX ini, masyarakat betul-betul patuh dengan protokol kesehatan, maka kemungkinan besar Kota Ambon akan masuk ke zona kuning.

“Yang pentingnya, masyarakat taat protokol kesehatan, sehingga pada saat kita swab, itukan angka positif berkurang. Otomatis juga terjadi penurunan penularan. Itu indikatornya dari situ,” pungkas Pelupessy. (BKA-1).

Comment