by

Dirut Baru Tanda Baik Buat Bank Maluku-Malut

Ambon, BKA- Komisaris Utama PT Bank Maluku-Maluku Utara (Malut), Muhammad Armyn Syarif Latuconsina, mengaku, ada tanda-tanda baik dengan terpilihnya Direktur Utama (Dirut) yang baru.

Latuconsina mengatakan, Dirut baru Bank Maluku-Malut merupakan pensiunan dari PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Makassar – Sulawesi Selatan, yaitu, Syahrisal Imbar.

Syahrisal memiliki pengalaman spesifik. Yaitu pernah menjabat Area Head Palu PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Supervisi dan Pengembangan Bisnis 30 cabang di bawah koordinasi Area Palu, meliputi wilayah kerja Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

Bukan itu saja, Syahrisal juga pernah menjabat di Area Head Makassar PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai Supervisi dan Pengembangan Bisnis 50 Cabang di bawah koordinasi Area Makassar Kartini, meliputi wilayah kerja Makassar dan Maluku.

“Semenjak pengangkatan pada RUPS tanggal 12 (Januari lalu-red), maka secara resmi pak Syahrisal Imbar bertugas sebagai Dirut Bank Maluku-Malut. Ini tanda baik untuk Bank Maluku-Malut,” ungkap Latuconsina, kepada wartawan di Lantai 4 Bank Maluku-Malut, Senin (19/4).

Selain Dirut, ungkapnya, Direktur Pemasaran, Direktur Kepatuhan dan Direktur Umum di Bank Maluku-Malut juga sudah terisi, sesuai yang diharapkan sejauh ini. Dengan kelengkapan itu, diharapkan bisa mengembangkan Bank Maluku-Malut.

“Sekedar tahu, Direktur Pemasaran, Jetty Likur, Direktur Kepatuhan, Abidin, Direktur Umum, Piere Edwin Mahulete. Sementara Komisaris, H Nadjib Bachmid. Dengan komposisi ini kita harap Bank Maluku-Malut kedepan akan lebih baik dari sebelumnya, ” imbaunya.

Sementara komposisi pada Dewan Komisaris Bank Maluku-Malut, sambung dia, masih tersisa satu jabatan. Yaitu, Komisaris independen. “InsyaAllah dalam waktu dekat, kita akan mengusulkan kekosongan jabatan Komisaris Independen ke OJK, ” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengaku, kekosongan jabatan di Dewan Komisaris itu, sebenarnya telah diusulkan beberapa waktu lalu. Namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak menerima. OJK berikan satu kesempatan untuk mengusulkan lagi calon Komisaris Independen.

“OJK berikan satu kesempatan 6 bulan, tepatnya April ini, untuk kita siapkan surat-surat. Sehingga dalam waktu dekat, bisa ikut Fit. Dan mudah-mudahan tidak ada halangan, sehingga lengkaplah sudah komposisi di Bank Maluku-Malut, ” jelasnya.

Ditempat yang sama, Dirut Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbar, mengatakan, terkait kinerja Bank Maluku-Malut selama tahun 2020 kemarin. “Untuk dana pihak ketiga itu berjumlah Rp 5,2 triliun. Kemudian kredit yang diberikan itu Rp 4,9 triliun. Sebelumnya pajak Rp 239 miliar,” sebutnya.

CAR Bank Maluku-Malut terjaga pada tingkat 26,14 persen. Dari kewajiban minimum menyediakan di posisi 8 persen. “ROA nya itu di 2,81 persen ROE di 15,85 persen, NIN nya di 7,45 persen, kemudian biaya operasional terhadap pendapatan operasional itu di 75,23 persen, kemudian LFF nya berbandingan antara Lot tanding di 89,60 persen kemudian LDR nya di 94,98 MTL grof itu di 1,90 persen,” tuturnya.

Tak hanya itu, dia juga menyampaikan kinerja triwulan pertama untuk total aset saat ini sampai Maret direalisasi Rp 8,3 triliun. “Itu tumbuh 13,19 persen, pencapaiannya adalah 106,26 persen dari target yang direncanakan Rp 7,8 Triliun, ” ucapnya.

Sementara total penyaluran kredit itu di Rp 5 triliun 42 miliar, dengan pencapaian 100,55 persen. Kemudian dana triwulan satu itu di 5 Rp triliun 849 miliar, tertutulis 11,74 persen. “Jadi pertumbuhannya dibandingkan dengan triwulan satu tahun 2020 atau dengan pencapaian 102,06 persen. Kemudian Laba sebelum pajak di Rp 72,5 miliar atau mencapai 102,51 persen dari target yang direncanakan Rp 70 miliar 338 juta, ” katanya.

Dia menambahkan, untuk laba bersihnya di Rp 56,5 miliar, atau mencapai 102,4 persen dari target yang direncanakan sebesar Rp 55 miliar 176 juta. “Untuk CAR, sampai dengan triwulan satu itu di 28,53 persen. Kemudian ini car masih terjaga cukup bagus, kemudian ROA-nya juga 3,43 persen ROE juga di 18,27 persen, NIM-nya 7,84 persen, BOPO-nya di 69, 27 persen, NPL Gross nya di 1,95 persen dan LDR 86,20 persen,” pungkas Syahrisal. (IAN)

Comment