by

Dirut PDAM KKT Terancam 8 Tahun Bui

beritakotaambon.com – Mantan Direktur Utama PDAM Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Yoksan Batlayar alias Yoka, dituntut 8 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari KKT, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (19/8).

Pria 64 tahun itu dinyatakan terbukti bersalah oleh JPU, melakukan tindak pidana korupsi dana penyertaan modal Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten KKT, tahun 2018.

Selain Batlayeri, dua rekannya, yakni, Yuliuas Watumlawar dan Lucyana Lethulur, juga dituntut dengan pidana penjara selama 5 tahun.

“Menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, serta meminta kepada ketua majelis hakim agar memvonis ketiga terdakwa, masing-masing, Dirut PDAM KKT, Yoksan Batlayar, pidana 8 tahun penjara, Kabag umum dan keuangan, Yuliuas Watumlawar dan Lucyana Lethulur, dengan pidana penjara selama 5 tahun,” ujar JPU dalam amar tuntutannya, yang dibacakan dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Christina Tetelepta Cs. Sedangkan ketiga terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Nelson Sianresy.

Selian pidana badan, ketiga terdakwa juga dibebankan membayar denda seberar Rp 100 juta, subsider tiga bulan kurungan, serta dibebankan membayar uang pengganti sesuai dengan kerugian negara dalam perkara ini.

Baca juga: Pergantian Sekkot Tunggu Walikota Selesai Isoman

Ketiga terdakwa juga diancam melanggar pasal 2, jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999, jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo pasal 64 KUHP.

JPU dalam berkas dakwannya, menyebutkan, ketiga terdakwa ini melakukan tindak pidana korupsi dana penyertaan modal PDAM Kabupaten KKT tahun 2018 dari total dana sebesar Rp 2 miliar.

Namun yang telah direalisasikan dari kas perusahan sebesar Rp 1,5 milir. Dana tersebut dicairkan tiga tahap. Awalnya 27 Agustus, 1 Oktober, dan pencarian tahap tiga 11 Desember 2018.

Bahwa dari pengelolaan dana penyertaan modal tersebut, ketiga terdakwa tidak mengelola uang itu sesuai dengan peruntukannya. Dalam pencairan juga, ketiganya leluasa mencairkan dana, sedangkan tidak didukung dengan bukti penggunaan dana yang sah.

Baca juga:
Pemuda Poka Didakwa Pakai Narkoba

Jaksa juga menyebut, ketiga terdakwa bekerjasama untuk penggunaan annggaran tersebut tidak sesuai dengan SOP di kantor PDAM Kabupaten KKT.

Ketiga terdakwa juga telah melakukan korupsi memperkaya diri sendiri dan orang lain, sehingga negara mengalami kerugian keuangan negara sebesar Rp 1,808 miliar.(SAD)

Comment