by

Disdik Ambon Diingatkan Tidak Ambil Kebijakan Sepihak

Ambon, BKA- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon diingatkan agar tidak sepihak dalam pengambil kebijakan, yang berkaitan dengan pengembangan sekolah ditengah pandemi Covid-19. Hal tersebut disampaikan Kepala SD Negeri 3 Ambon, Lin Was.

Dia mengungkapkan, sebelumnya, pihak Disdik Kota Ambon tidak meminta pertimbangan pihak sekolah, dalam mengambil keputusan melakukan pedoman pembelajaran kurikulum darurat beberapa waktu lalu.

“Maksudnya adalah harus ada pertimbangan dari sekolah, karena berdasarkan pengetahuan di lapangan, guru yang paling mengetahui dari pada dinas. Jangan ada sesuatu, dinas langsung mengatur tanpa mempertimbangan arahan dari setiap pihak sekolah. Apalagi yang berkaitan dengan kurikulum, kan perlu juga meminta arahan dari setiap sekolah yang menangani kurikulum. Karena memang sekolah yang paling tahu kondisi dilapangan. Bukan dinas,” kata Was, Minggu (6/9)

Secara struktural, kata Was, memang sekolah merupakan bawahan Disdik. Namun tidak serta merta dinas harus mengambil kebijakan, tanpa sekolah. Apalagi yang berkaitan langsung dengan tugas utama dari sekolah.

Menurutnya, sekolah yang paling mengetahui secara nyata proses belajar mengajar. Untuk itu, dalam berbagai kebijakan, perlu menghadirkan sekolah, khusus yang membidanginya, agar keputusan yang diambil benar-benar mampu menjawab kebutuhan sekolah.

“Kalau misalnya dinas yang merealisasikannya, ya tidak ada masalah. Ini kan, sekolah yang jalankan. Bagaimana mungkin dinas menyusun pedoman pembelajaran bagi sekolah, kalau dinas sendiri saja tidak pernah turun di sekolah untuk cek langsung proses dilapangan. Dengan kebijakan yang diambil itu, apakah dinas juga tahu kalau kurikulum yang akan diterapkan ini dapat diterima oleh semua sekolah atau tidak,” ujarnya.

Untuk berbagai kebijakan yang diambil oleh dinas, kata Was, memang itu merupakan kewenangan dari dinas. Namun dia berharap, kebijakan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar, perlu ada pertimbangan pihak sekolah demi menjaga kualitas dari setiap kebijakan yang diambil.

“Sebenarnya itu yang kita harapkan. Pertanyaannya adalah, kalau dinas menyusun sendiri pedoman belajar, itu mereka dapat dari mana. Dan kalaupun nanti dilakukan oleh sekolah, apakah sesuai dengan kebutuhan sekolah atau tidak. Kalau kurikulum diturunkan langsung dari pusat, maka kami pihak sekolah akan berusaha untuk menerapkannya. Namun bila dinas mengatur sendiri, maka perlu hadirkan sekolah juga. Karena kondisi sekarang, sehingga kita mengunakan belajar Daring. Ini yang membuat kita harus bisa kerjasama, demi kesuksesan belajar jarak jauh yang sementara dilakukan ini,” harap Was. (LAM)

Comment