by

Disdik Diminta Serius Siapkan Skema BTM

Ambon, BKA- Mengantisipasi kebijakan Belajar Tatap Muka (BTM), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon diminta serius menyiapkan skema BTM bagi para siswa SD dan SMP di kota bertajuk Manise ini. Agar ketika diberlakukan, tidak muncul klaster baru di lingkungan sekolah.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Harry Putra Far Far menilai, Walikota Ambon tidak perlu terburu-buru dalam mengambil kebijakan terkait belajar tatap muka di sekolah. Sebab, kondisi kota Ambon saat ini masih dalam zona orange penyebaran Covid-19.

Untuk itu, perlu disikapi secara serius oleh Disdik kota Ambon untuk bagaimana menyiapkan skema atau mendesain teknis belajar tatap muka dengan sebaik mungkin. Sehingga tidak menimbulkan kluster baru saat diterapkan.

“Kita tahu sendiri, Ambon ini masih dalam zona orange. Takutnya ketika diterapkan, muncul kluster baru. Maka ini menjadi PR bagi dinas pendidikan juga, agar serius menyiapkan skema belajar tatap muka. Bagaimana pembagiannya, diatur jam belajarnya seperti apa, dengan mengedepankan protokol kesehatan. Sehingga anak didik kita tetap terjaga dari bahayanya Covid-19,” tandas Far Far, saat dihubungi koran ini, Kamis (4/3).

Politisi Perindo ini mengaku, yang terpenting dilakukan Disdik kota Ambon adalah memastikan setiap guru SD hingga SMP yang ada di Kota Ambon benar-benar menjalani program vaksinasi Covid-19. Sehingga dapat dipastikan, seluruh guru yang disiapkan untuk menghadapi proses belajar tatap muka, telah tervaksinasi dengan baik.

“Setelah vaksinasi untuk lansia, selanjutnya kan para guru. Ini yang harus dipastikan dinas terkait, bahwa seluruh guru ini nantinya benar-benar jalani vaksin dengan baik. Agar ketika Ambon sudah berada pada zona kuning atau hijau, dan proses belajar tatap muka ini berjalan, tidak ada kekhawatiran lagi dari para orang tua. Terpenting, protokol kesehatan tetap diutamakan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Fahmy Salatalohy mengaku, meski telah ada surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait belajar tatap muka, namun segala keputusan atau kebijakan tersebut ada pada pemerintah daerah, yakni Walikota Ambon, Richard Louhenapessy.

Fahmy juga mengaku, pihaknya telah mempersiapkan skema belajar tatap muka. Dan saat ini, pihaknya hanya menunggu perintah dari walikota terkait proses belajar tatap muka.
“Kami dinas pendidikan sudah persiapkan itu semua. Sekolah, guru dan proses online dan offline. Kami siap dan menunggu izin dari pak walikota. Prosesnya ada pembatasan, dimana kelas kecil bisa duluan dan diikuti oleh kelas besar dan sebaliknya,” terangnya.

Dituturkan, untuk desain belajar tatap muka, akan tetap mengatur pada protap kesehatan. Dimana pembagian ruangan hingga jumlah siswa akan dilakukan, untuk menghindari penularan Covid-19.

“Misalnya dalam kapasitas ruangan ada 30 siswa, akan dibagi 2 menjadi 15. Dan akan kita lihat proses waktu belajarnya, mengingat mencegah kluster-klusternyam,” sebutnya.
Ia menambahkan, dari surat edaran Kemendikbud, tidak mempertimbangkan zona penyebaran Covid-19. Dimana kebijakan tersebut dikembalikan ke pemerintah daerah, apakah memberikan izin untuk proses belajar tatap muka atau tidak.
“Dinas pendidikan siap saja, tergantung ijin dari pak walikota. Jadi kalau izinnya sebelum Juli, sekolah tatap muka tetap jalan,” pungkasnya. (UPE).

Comment