by

Disdik Survei Belajar Tatap Muka

Ambon, BKA- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon sementara melakukan survei terhadap orangtua siswa, terkait proses belajar tatap muka.

Apabila pada survei itu orangtua setuju dengan pola belajar tatap muka, maka kemungkinan akan diberlakukan. Namun harus dalam pengawasan yang ketat di masing-masing sekolah.

“Kita juga sementara melakukan survei. Kalau sampai dengan survei itu, orangtua setuju melakukan offline (belajar tatap muka, red), maka harus ada persyaratan-persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh orangtua,” jelas Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Ambon, Merry Mairuhu, Kamis (7/1).

Misalnya memberikan surat pertanggungjawaban mutlak, yang isinya menyatakan, orangtua memeberi kesempatan kepada anaknya menjalankan proses belajar tatap muka.

“Sehingga kalau terjadi sesuatu, berarti orangtua yang bertanggung jawab. Tapi tidak terlepas dari pantauan pemerintah kota, dalam hal ini Dinas Pendidikan,” terangnya.

Lebih lanjut, ungkap Merry, terkait hal ini, pasti ada keinginan masyarakat yang bervariasi. Namun Disdik Kota Ambon juga melihat kondisi Covid-19. Sebab dalam Peratutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), menjelaskan, belajar tatap muka dikembalikan ke pemerintah daerah.

“Jadi kalau memang pemerintah daerah, dalam hal ini bapak walikota melihat bahwa kondisi itu sudah bisa memungkinkan untuk di laksanakan offline, maka kita lakukan offline. Telaah sudah kami berikan dari bulan Desember awal, tinggal keputusannya di bapak walikota,” ujarnya.

Menurut dia, bila kondisi Covid-19 di Kota Ambon masih memperihatinkan, maka proses belajar tatap muka juga pasti belum bisa diterapkan. Apalagi kalau tingkat kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan menurun.

“Kalau kita lihat kondisi seperti ini, dimana Covid-19 ini masih terus ada dan kesadaran masyarakat yang masih rendah, sehingga masih ada lagi korban, maka saya rasa belum bisa melakukan offline. Tetap saja prosesnya (pembelajaran, red) kita lakukan secara Daring,” tandasnya.

Sementara ini, tambahnya, seluruh sekolah sedang menyiapkan proses pembelajaran Daring atau Luring. Sehingga kemungkinkan proses belajar lewat Daring atau Luring sudah bisa dilaksanakan pada pekan depan.

“Proses pembelajaran ini mungkin dalam tahap persiapan oleh seluruh sekolah, untuk nantinya sudah mulai diberlakukan proses pembelajaran secara daring maupun luring. Offline belum bisa kita lakukan, karena belum ada keputusan dari bapak walikota,” pungkasnya. (IAN)

Comment