by

Disdikbud Inventarisir Sekolah Akses Internet Terbatas

Ambon, BKA- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikud) Provinsi Maluku, Dr. Insun Sangadji, mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan inventarisir terhadap semua tingkatan SMA yang terkendala dengan akses internet.

“Jadi kita sedang menginventarisir semua akses dan kebutuhan untuk pembelajaran Daring pada sekolah-sekolah yang ada di Maluku,” ungkap Sangadji, Senin (10/8).

Semua proses inventarisir sementara dilakukan. Mungkin dalam waktu dekat, sudah bisa rampung, untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh Disdikbud Maluku.

“Semoga semua proses inventarisir berjalan lancar. Mudah-mudahan hasilnya sudah bisa didapatkan minggu depan,” tandasnya.

Sebelumnya dikabarkan, komisi IV DPRD Provinsi Maluku, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Maluku untuk segera melakukan identifikasi terhadap seluruh wilayah yang akses internetnya terbatas dan dicari jalan keluarnya, agar proses pembelajaran bisa berjalan dengan baik.

”Pertama, proses pembelajaran dalam kondisi pandemi Covid-19 ini ada 2, yakni, dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (laring). Tentunya, sesuai dengan instruksi dan surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, maka sekolah harus menyiapkan modul untuk pembelajaran laring. Nah, terkait dengan hal ini, Komisi IV sementara mengkomunikasikan dengan Disdikbud, untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah yang akses internetnya terbatas,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Ruslan Hurasan beberapa waktu lalu

Menurutnya, ada wilayah-wilayah terluar yang kurang dari sisi infrastruktur, terutama dari sisi jaringan. Oleh karena itu, Ruslan menuturkan, langkah yang paling tepat adalah bagaimana mendekatkan proses pembelajaran dengan siswa, menggunakan metode pemberian modul.

Modul , jelas Anggota Legislatif asal PKB ini, adalah suatu paket belajar yang berisi 1 unit materi belajar, yang dapat dibaca atau dipelajari seseorang secara mandiri. Modul juga merupakan suatu unit pengajaran yang disusun dalam bentuk tertentu untuk keperluan belajar. Fungsinya, sebagai bahan belajar yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran peserta didik.

Apa yang disampaikan itu, katanya, sesuai dengan usulan dan aspirasi masyarakat, terutama orang tua siswa, bahwa banyak diantara mereka yang tidak memiliki handphone android, tidak memiliki akses internet, begitupun dengan para guru yang tidak memiliki pulsa data internet. Ini juga menjadi persoalan,” tegas Ruslan.

Untuk itu, Dia berharap ke depan, masalah-masalah ini bisa diselesaikan, sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu, serta bisa berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga diharapkan pemerintah daerah lewat Disdikbud untuk segera mengantisipasi masalah-masalah seperti ini.

” Proses pendidikan harus tetap berjalan dengan menargetkan mutu pendidikan yang baik. Dengan tidak mengurangi proses pendidikan dan target peningkatan mutu pendidikan yang ada,” tutupnya. (LAM)

Comment