by

Disdikbud Maluku Usul 3000 Lebih PPPK

Ambon, BKA- Pemerintah Pusat menjatahkan kuota 500 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada Provinsi Maluku. Namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku mengusulkan 3000 lebih seleksi guru PPPK pada 2021 mendatang.

“Untuk guru PPPK, kita mengusulkan banyak, bukan cuma 500-an sesuai kuota yang diberikan untuk Maluku. Tapi kita menguslkan 3000 lebih, sehingga semua guru honor, baik guru honor kontrak maupun guru penugasan yang saya SK-kan, itu semua kita usulkan,” akui Kadis Dikbud Provinsi Maluku, Dr. Ir. Insun Sangadji, Kamis (4/12).

Pengusulan 3000 lebih guru honorer untuk PPPK itu dilakukan Kemendikbud Maluku, untuk memanfaatkan pernyataan Mendikbud. Sehingga semua usulan itu sudah dibawa ke Kemendikbud di Jakarta.

Sangadji berharap, pengusulan tambahan tersebut semuanya bisa diakomodir pemerintah pusat. Sehingga kebutuhan guru yang tadinya kurang, dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan.

“Pemerintah pusat memang sudah menyediakan sebanyak 1 juta guru PPPK untuk 34 provinsi di Indonesia, sehingga kita harus mengambil kesempatan ini. Tapi ingat, ini semua melalui tes. Jadi mereka semua yang diusulkan harus siap untuk bertaruh, tidak bisa mengandalkan masuk saja mendaftar, lalu tidak belajar-belajar, karena ini semua harus lewat tes. Tapi pemerintah memberikan tiga kali kesempatan, jadi tes pertama, kedua dan ketiga. Jika tes sampai tiga kali tidak jadi, berarti emang dia tidak bisa menjadi guru,” jelas Sangadji.

Meskipun lewat proses tes, lanjut Sangadji, agar hasil yang dicapai bisa maksimal, pihaknya akan melakukan berbagai pelatihan dan pembinaan bagi semua calon guru PPPK. Sehingga tidak canggung atau bingung dalam mengikuti tes tersebut.

Sebagai langkah awal dan untuk memastikan guru honor sudah masuk dalam daftar Dapodik, sebagai salah satu syarat lolos sebagai guru PPPK, kata Sangadji, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap semua guru honor, baik tingkat SMA maupun SMK di Maluku, agar semua terdaftar dalam Dapodik.

“Staf saya sudah saya perintahkan untuk memeriksa semua berkas guru honor. Tidak boleh ada satupun guru honor yang tidak masuk dalam daftar Dapodik,” tegasnya.

Memang akuinya, pihaknya belum bisa mengusulkan semua guru honor yang ada di Maluku untuk dingkat sebagai guru PPPK. Karena memang harus disesuaikan dengan kebutuhan.

“Jadi perlu dingat, saya ini mengusulkan sesuai dengan kebutuhan. Guru honor itu ada sekitar 3.800 ratusan, tapi kebutuhan sendiri di sekolah, sebenarnya tidak sampai angka itu, hanya sekitar 3.200. Jika semuanya diterima, sudah pasti dapat mengatasi menimnya guru di Maluku. Namun yang paling diharapkan, bagaimana cara untuk bisa meningkatkan mutu guru dan lembaga pendidikan,” pungkas Sangadji.(RHM).

Comment