by

Disdikbud Usul Enam SMK Baru

Ambon, BKA- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku mengusulkan pembukaan enam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru di Maluku ke Pemerintah Pusat (Pempus).

Kepala Bidang SMK Disdikbud Provinsi Maluku, Anisa, mengungkapkan, enam SMK yang diusulkan itu kalau disetujui Pempus, akan dibangun di enam kabupaten. Diantaranya, di Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Buru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Pembangunan keenam SMK tersebut akan disesuaikan dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki masing-masing kabupaten. Misalnya, di Kabupaten Buru. Karena potensi disana yang paling bagus adalah pertanian, maka akan didirikan SMK Pertanian. Demikian juga dengan kabupaten lainnya.

“Tadinya Pempus meminta kita untuk usul pembangunan dua SMK baru. Tapi saya tidak sia-siakan kesempatan itu. Saya usulkan lagi tambahan empat, sehingga totalnya enam SMK baru. Alhamdulillah usulan ini sudah diterima,” akuinya.

Namun semua usulan yang sudah diterima oleh Pemps tersebut, keputusan finalnya baru akan diperoleh pada awal Desember 2020 mendatang.

Memang, Anisa mengaku, masih ada masalah untuk menunjang rencana pembangunan enam SMK tersebut kalau disetujui Pempus. Yakni, masalah lahan, khusunya di Pulau Ambon. Karena untuk pendirian satu unit SMK, dibutuhkan lahan seluas empat hektar.

Sehingga, katanya, lahan yang dijadikan sebagai lokasi pembangunan SMK tersebut harus sudah tersertifikat, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari dengan masyarakat. Sebab lahan itu tidak hanya dibangun gedung sekolah, tapi juga ada gedung asrama, ruang praktek yang dilengkapi dengan peralatan-peralatan modern.

Anisa menambahkan, pembangunan keenam SMK tersebut nantinya bukan hanya mempertimbangkan potensi sumberdaya alam yang dimiliki setiap kabupaten, namun juga terkait dukungan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) setempat.

Hal ini menjadi penting untuk dipertimbangkan, katanya, agar SMK yang akan dibangun dengan fasilitas asrama serta peralatan praktek itu, nantinya tidak mubazir.

“Kita harus pastikan ada siswanya. Makanya ada beberapa pertimbangan teknis penentuan lokasi pada wilayah yang ditentukan,” paparnya.

Bagi Anisa, bantuan pembangunan enam SMK baru yang akan diberikan Pempus itu merupakan bentuk perhatian, untuk mendorong menyiapkan lulusan-lulusan SMK siap pakai dan siap bekerja sesuai dengan bidangnya di Maluku.

“Makanya kita harus jemput. Ini kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Soal lahan, kami masih terus melakukan koordiansi untuk mendapatkan lahan yang tepat. Tentunya lahan yang tidak bermasalah,” tukasnya.(RHM)

Comment