by

Dishub Benarkan Pembatalan Keberangkatan Penumpang Namlea

Ambon, BKA- Sempat viral seorang anak berumur lima tahun yang tidak diizinkan berangkat dengan Ferry ASDP, dari dermaga Galala Ambon tujuan Namlea, Kabupaten Buru. Kejadian mengharukan ini sengaja diabadikan lewat status akun Facebook bernama Kemal Rey.

Dalam caption-nya, Kemal menceritakan kronologis pembatalan keberangkatan anak tersebut. Dimana hasil rapid test anak dari Udi dan La Buton, ini belum divalidasi. Sehingga tidak diizinkan berangkat.

Bahkan dalam statusnya itu, Ia meminta perhatian Walikota Ambon, Richard Louhenapessy untuk melihat masalah tersebut.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, Robby Sapulette telah melakukan koordinasi dengan KSOP Kelas I Ambon dan KKP.

“Jadi sesuai dengan standart operasional, jumlah penumpang sudah memenuhi kapasitas pelayaran. Sehingga pak Udin dan keluarga serta penumpang lainnya yang datang terlambat tidak di perkenankan untuk menumpangi kapal feri tersebut,” terang Robby, Rabu (24/2).

Dijelaskan, dalam hal persyaratan perjalanan berupa rapid test, yang seharusnya dimiliki oleh setiap penumpang, ternyata hanya dikantongi oleh satu dari tiga orang penumpang yang hendak berangkat.

“Selain datang terlambat, mereka (keluarga Pak Udin) hanya mengantongi satu surat hasil rapid test, sehingga tidak divalidasi oleh KKP,” bebernya.

Robby juga mengaku, pihak KSOP dan KKP sudah menjalankan tugas melaksanakan pengawasan, dan penegakan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran, sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

“Makanya pak Udin dan keluarga tidak mungkin diijinkan untuk berangkat dengan menumpang Ferry tujuan Ambon dan Namlea,” tutupnya. (IAN)

Comment