by

Dishub Minta Maaf Soal Kerusakan Traffic Light

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) meminta maaf kepada masyarakat terkait kerusakan traffic light (lampu lalu-lintas) dibeberapa simpang jalan. Kerusakan tersebut diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi hingga terjadi korsleting.

“Atas kerusakan yang terjadi dan ketidaknyamanan dalam berlalu lintas, sekali lagi Dishub mohon maaf kepada pengguna jalan. Dishub minta maaf,” ungkap Plt Kepala Dishub Kota Ambon, Robby Sapullete, kepada wartawan, Sabtu (15/5).
Dia menjelaskan, kerusakan traffic light dimaksud terjadi akibat beberapa hari lalu curah hujan di kota bertajuk Manise ini cukup tinggi. Serta petir yang menyebabkan beberapa traffic light mengalami korsleting. “Itu penyebabnya (korslet),” terang Sapulette.

Diakuinya, kondiisi traffic light yang mengalami kerusakan diantaranya pada Jalan Sultan Hairun, AY Patty, Benteng Kapaha, Pattimura, dan Jalan Said Perintah. “Terjadi kerusakan pada beberapa titik traffic light di kawasan istimewa, pada simpang jalan tersebut,” ujarnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tutur dia, peralatan traffic light harus didatangkan dari Jakarta. Dan pihaknya akan berupaya agar seluruh alat yang dibutuhkan itu, bisa tiba secepatnya.

“Kami sudah konfirmasi dengan agen yang mendistribusi peralatan traffic light itu. Sehingga pastinya kita memperbaikinya,” ucap Sapulette.

Dikatakan, karena masih dalam suasana Idul Fitri, maka kerusakan tersebut kemungkinan diperbaiki tanggal 20 Mei 2021, bersamaan dengan datangnya peralatan traffic light yang dipesan.

“Kondisi sekarang ini Idul Fitri, sehingga tenaga-tenaga mereka sudah pada tidak berkerja. Oleh sebab itu, nanti diperkirakan setelah tanggal 20 Mei nanti baru peralatan itu di kirim ke Ambon. Karena peralatannya cukup berat tidak bisa dengan menggunakan ekspedisi,” sebutnya.
Dia menambahkan, untuk mengatasi arus lalu-lintas saat terjadi kemacetan, pihaknya dengan kepolisian akan bekerja sama menjaga keamanan di sejumlah titik kerusakan traffic light.

“Puncak sore hari itu pada jam 4 sampai jam 7, itu kan ada personil yang ada di sana nanti untuk bagaimana mengamankan simpang yang ada. Sehingga dapat mengendalikan simpang itu secara manual, sehingga tidak menyebabkan terjadinya kecelakaan bagi para pengguna jalan,” tutup dia. (IAN)

Comment