by

Dishub-Pol-PP Siap Tindak Pedagang Bandel

Untuk mengatasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang membandel di Pasar Mardika, Dinas Perhubungan (Dishub) dengan Satuan Politik Pamong Pradja (Satpol-PP) akan melakukan koordinasi dalam waktu dekat.

Diketahui, PKL bandel dimaksud, adalah pedagang sementara menggunakan terminal Mardika sebagai tempat berjualan. Padahal hal itu tidak diperbolehkan, karena telah masuk dalam kawasan arus lalulintas angkutan kota (angkot).

“Kami (Dishub) hanya bertugas untuk mengatur sirkulasi lalu-lintas. Nanti kita akan koordinasikan dengan Satpol-PP terkait ini,” kata Kepala Dishub Ambon, Robby Sapulette, kepada wartawan, Kamis (10/6).

Dijelaskan, PKL dimaksud jika melihat petugas tidak berani berdagang. Tetapi kalau petugas sudah tidak ada, dan pedagang kembali beroperasi, maka itu dianggap membandel.

“Jika sudah ditertibkan, lalu kemudian petugas bergeser sedikit dari terminal, mereka langsung balik lagi berjualan. Sehingga sirkulasi lalu-lintas di Mardika kembali kacau,” sebutnya.

Robby juga mengaku, telah memerintahkan petugas Dishub, untuk bagaimana bisa menyelesaikan problem tersebut, dengan cara melakukan penertiban kawasan Terminal Mardika.

“PKL ini mulai dari Pukul 02.00 WIT siang lagi, mereka sudah masuk berjualan di kawasan terminal. Nah, nanti kita akan pantau sampai pukul 19.00 WIT. Kalau di atas pukul 19.00 WIT kan, mungkin sudah bisa kita pertimbangkan,” ujarnya.

Sambung dia, ulah PKL yang menggunakan area Terminal Mardika sebagai tempat berdagang, sangat merugikan para supir angkot di Ambon. Karena hal tersebut justru menimbulkan kemacetan lalu-lintas.

“Yang jadi masalah ini, mereka (supir angkot) itu kan membayar retribusi terminal. Jadi kalau sirkulasi lalu-lintas tidak lancar akibat ulah PKL, maka mereka juga merasa dirugikan, ” tuturnya.

Intinya tegas Robby, Dishub hanya mengatur sirkulasi lalu-lintas saja. Sementara untuk penindakan, nanti akan dikoordinasikan bersama Satpol-PP Kota Ambon. (IAN)

Comment