by

Dishub Target PAD Jasa Parkir 5 Miliar

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon lewat Dinas Perhubungan, menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari jasa tarif parkir mencapai Rp 5 Milyar, terhitung sejak Januari hingga Desember tahun ini.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulette mengaku, saat ini, pungutan jasa parkir dimaksud masih menggunakan cara yang lama. Yaitu, pihak ketiga melakukan pungutan retribusi bisa mencapai kurang lebih Rp 500 juta.

“Untuk kontrak baru yang lagi berjalan ini, bisa memperoleh retribusi sebesar 4,6 miliar. Kalau kondisi ini stabil hingga Desember, berarti bisa mencapai 5 miliar lebih,” ungkapnya ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (18/5).

Dijelaskan, jika hal dimaksud dapat berjalan lancar, ditambah dengan Peraturan Walikota Ambon nomor 16 tahun 2021 tentang kenaikan tarif parkir, maka PAD jasa perparkiran melonjak naik. “Kalau sudah begitu baru tarif parkir yang sudah mulai naik, pastinya PAD meningkat,” sebut dia.
Dijelaskan, Peraturan Walikota tersebut, telah ditetapkan. Untuk itu, ada perubahan tarif parkir terhadap pengguna jasa parkir. Yang mana, kendaraan roda empat dan roda enam itu diwajibkan membayar tarif progresif. “Tarif progresif itu, seperti bayar tarif jam per jam, ” ujarnya.
Sementara untuk PAD tahun 2020, lanjut Robby, hanya mencapai 65 persen dari total Rp 4 Miliar. Itu disebabkan karena merebaknya pandemi Covid-19 di Ibukota Provinsi Maluku ini. “Iya hanya mencapai 65 persen dari total 4 miliar,” sebutnya.
Ia berharap, pengguna jasa parkir bisa taat dan patuh terhadap aturan dimaksud. Begitu juga dengan pihak ketiga yang harus disiplin melakukan pungutan retribusi parkir. “Termasuk juga pemilik toko yang memanfaatkan badan jalan untuk area parkir pengunjung. Saya harap aturan baru ini target PAD kita naik,” pungkasnya. (IAN)

Comment