by

Disperindag Bantah Dugaan Pungli Lapak

Ambon, BKA- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, Pieter Jan Leuwol membantah dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan stafnya terhadap sejumlah lapak di pasar Gotong Royong, kecamatan Sirimau. Menurutnya, harus ada bukti akurat jika stafnya melakukan pungli di lapangan.

Dikatakan, jika ada bukti akurat terkait dugaan pungli tersebut, maka persoalan ini akan diserahkan ke pimpinan tertinggi, yakni Walikota Ambon, Richard Loouhenapessy. Untuk memberikan sanksi tegas kepada stafnya yang terbukti melakukan pungli.

“Itu masih dugaan. Kita harus bisa membuktikan. Kalau dugaan itukan, sesuatu yang belum dapat dibuktikan,” ungkap Pieter, saat ditemui koran ini, di Balai Kota, Senin (14/12).

Menurut dia, jika ada dugaan terhadap stafnya yang melakukan pungli kepada para pedagang di pasar Gotong Royong, maka hal tersebut harus dibuktikan dengan benar. Karena jika menuding stafnya melakukan pungli tanpa bukti, tentu telah mencoreng nama baik instansi.

“Janga menduga-duga begitu. Harus ada pembuktian. Mana pungli ? Saya kira itu cuman dugaan. Kita sudah ambil langkah. Artinya kita punya tujuan kerja itu, untuk bantu pedagang, untuk bisa maju,” ujarnya.

Ia mengaku, apabila benar stafnya melakukan pungli di lapangan, maka dipastikan akan diberikan sanksi tegas. Namun terkait sanksi yang akan diberikan, lanjutnya, menjadi kebijakan walikota Ambon.

“Itu urusan diatas kan. Kalau bicara soal kedinasan, pasti saya akan bertanggung jawab, jika isu itu benar, ” tutupnya.

Sekedar tahu, belum lama ini Disperindag Kota Ambon sempat diisukan melakukan pungli dari para pedagang yang hendak menempati sejumlah lapak di pasar Gotong Royong. Para pedagang tersebut merupakan pedagang yang terkena dampak revitalisasi pasar Mardika. Sehingga diberikan tempat di lantai III untuk ditempati, sambil menunggu revitalisasi pasar Mardika selesai dibangu. (BKA-1)

Comment