by

Disperindag Diingatkan Operasi Pasar

Ambon, BKA- Jelang lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah (2021), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon kembali diingatkan untuk melakukan operasi pasar. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan harga yang sengaja dimainkan oknum pedagang atau distributor di kota Ambon.

“Selaku wakil rakyat, saya mau ingatkan kembali agar Disperindag Kota Ambon bisa melakukan pengawasan lewat operasi pasar memasuki lebaran Idul Fitri. Karena banyak masyarakat yang mengeluh soal harga kebutuhan selama Ramadhan. Ini perlu dilakukan agar tidak ada lonjakan harga saat lebaran,” tegas Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Rawidin La Ode Ido, saat menguhubungi koran ini, Sabtu (24/4).

Politisi Perindo ini mengaku, pengawasan yang dilakukan Disperindag sebelum memasuki Ramadhan, kurang maksimal. Karena banyak masyarakat yang mengeluh soal harga pangan yang melonjak dari harga sebelumnya.
“Dari penyampaian Disperindag selaku mitra kita di komisi, bahwa pengawasan itu sudah dilakukan. Tapi faktanya, masih terjadi lonjakan harga di pasar. Dan ini sangat merugikan masyarakat kecil. Kita harapkan pengawasan ini maksimal dilakukan, agar masyarakat jangan sampai dirugikan lagi saat memasuki lebaran nanti,” harapnya.
Selain pengawasan harga barang, Rawidin juga meminta Disperindag untuk bisa berkolaborasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk tetap mengawasi produk makanan dan minuman kadaluwarsa.
Sehingga seluruh produk yang dipasarkan untuk masyarakat, benar-benar produk yang belum melewati batas pemakaian.

“Perlu juga bersama BPOM untuk awasi produk makanan, minuman termasuk yang dijual di pasar tradisional maupun pasar modern. Jangan sampai ada barang kadaluwarsa yang masih beredar,” terangnya.
Dirinya mengaku, komisi II juga berencana untuk melakukan rapat evaluasi dengan Disperindag dan BPOM Ambon, terkait pengawasan harga barang dan barang kadaluwarsa.
“Mungkin dalam waktu dekat setelah pembahasan LKPJ, kita berencana lakukan evaluasi untuk mengantisipasi kelonjakan harga dan peredaran barang kadarluwarsa. Tapi dari informasi di media, pengawasan produk makanan sudah dilakukan oleh BPOM. Kita harapkan ini bisa dilakukan secara maksinal dan juga melibatkan seluruh stakeholder yang ada. Sehingga tidak ada masyarakat yang dirugikan,” pungkasnya. (UPE).

Comment