by

Disperindag: Kelangkaan Mitan Belum Tentu, Pertamina Klaim Stok Aman

Warga Sulit Dapat Mitan

Ambon, BKA- Warga di sejumlah kawasan di Kota Ambon kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan bahan bakar minyak tanah (mitan).

Misalnya di kawasan Kebun Cengkih, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau. Sejumlah warga terlihat mengantri pada salah satu lokasi pangkalan atau pengecer.

Pembeli bukan saja dari warga sekitar pangkalan, tapi juga dari sejumlah lokasi lain yang datang menggunakan kendaraan roda, yang memang berkeliling untuk mencari mitan.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, Pieter Leuwol, mengatakan, hal itu tidak bisa dibilang kalau ada kelangkaan mitan di Kota Ambon.

Dia mengakui, kalau ada beberapa pangkalan yang kehabisan stok mitan. “Terkait minyak tanah, kami sudah melakukan rapat dengan distributor yang ada di Kota Ambon. Jadi kalau mau bilang kelangkaan, tidak juga. Laporan dari para distributor, kalau minyak tanah aman saja. Yah, mungkin ada satu dua pangkalan yang habis. Tapi, masih ada minyaknya,” ungkap Leuwol, Rabu (6/1).

Ia menjelaskan, para distributor tersebut bukan saja mensuplai mitan ke pangkalan, tetapi juga melakukan pengawasan. Ketika stok mitan di pangkalan habis, mereka akan langsung segera melakukan pendistribusian.

“Menyikapi keluhan beberapa masyarakat terkait minyak tanah, kita sudah lakukan langkah antisipasi. Nantinya ada ekstra droping dengan Pertamina. Nantinya pertamina akan tambah kuota dengan maksimum 10 persen tambahan stok minyak tanah,” ujarnya.

Lebih lanjut, kalau lihat di kawasan pasar, tidak ada kelangkaan mitan. Sebab tidak terlihat ada antrian panjang dari masyarakat untuk membeli mitan.

“Mungkin saja, cuman dititik dimana minyak tanah terjadi kosong, terus dibilang langkah. Tapi sebenarnya, itu tidak langkah. Secerah keseluruhan di Kota Ambon, tidak ada kelangkaan,” ujarnya.

Untuk lebih memastikan, sambung dia, pihaknya dengan seluruh agen mitan di Kota Ambon akan terus melakukan pemantauan disetiap pangkalan.

“Mungkin hari ini (kemarin-red) atau besok, kita sudah menyurat untuk Pertamina agar secepatnya melakukan penambahan ekstra droping itu. Dan kalau itu sudah diakomodir, saya kira amanlah. Begitu,” terangnya.

Sekedar tahu, distributor mitan di Kota Ambon ada 8 yang terdaftar di Disperindag. Dari 8 distributor tersebut, mereka memiliki pangkalan mitan yang tersebar di seluruh kawasan yang seluruhnya berjumlah 1888.

Manager Communication, Relations and CSR Regional Papua Maluku Pertamina (Persero), Edi Mangun, saat dikonfirmasi Beritakota Ambon terkait kelangkaan mitan di Kota Ambon, menyampaikan, kalau stok bahan bakar minyak (BBM) jenis mitan masih tersedia untuk 25 hari kedepan.

Untuk itu, dia mempertanyakan penyebab terjadinya kelangkaan mitan di Kota Ambon. Pasalnya, suplai dari Pertamina kepada agen-agen mitan dilakukan rutin, sesuai dengan Delivery Order (DO) yang masuk. Sehingga, mitan yang disuplai untuk agen seharusnya bisa mencukupi kebutuham, baik pangkalan hingga ke masyarakat sebagai konsumen.

“Stok minyak tanah ditangki Pertamina untuk di Maluku itu masih ada sampai 25 hari. Sangat aman stoknya. Yang jadi pertanyaan, kenapa bisa langka? Padahal suplai rutin dilakukan ke agen, sesuai DO yang masuk. Seharunya bisa mencukupi kebutuhan masyarakat,” tutur Edi, Rabu (6/1).

Edi juga meminta agar Pemerintah setempat, dalam hal ini Disperindag bersama aparar keamanan, bisa turut memantau masalah tersebut. Sebab bukan rana Pertamina untuk melakukan hal tersebut.

“Kami hanya menyediakan dan mengsuplai. Tapi kalau sampai kelangkaan, sementara stok kami ada. Itu patut ditelusuri oleh pihak yang berkewenangan. Kami tidak mungkin sampai sejauh itu, melacak kenapa sampai hilang dipasaran. Jadi, jangan Pertamina terus yang disalahkan saat minyak tanah ini langka. Padahal kami upayakan stok tetap aman untuk beberapa hari kedepan. Untuk itu, harus ditelusuri tegas hal tersebut, sehingga tidak menyusahkan masyarakat seperti saat ini,” pintanya. (IAN/KJH)

Comment