by

Ditreskrimsus Ungkap 12 Kasus Korupsi di 2020

Ambon, BKA- Sepanjang 2020 lalu, Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku berhasil mengungkap 12 kasus korupsi maupun tindak pidana pencucian uang, yang terjadi di wilayah hukum Provinsi Maluku.

Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso, mengungkapkan, 12 kasus tersebut, diantaranya, kasus dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU pembobolan kas BNI Cabang Utama Ambon dengan delapan laporan polisi (LP), yang menyeret delapan tersangka, yakni, Faradibha Yusuf alias Fara, Joseph Resley Maitimu alias Ocep, Krestianus Rumalewang, Andi Yahrizal Yahya, Marce Muskitta, Soraya Pelu alias Ibu Aya, Tata Ibrahim, serta William Fred Ferdinandus.

Selanjutnya, kasus dugaan korupsi pada Bank Maluku Cabang Banda Neira, yang menyeret dua tersangka. Yakni, Prodayatni M. Supriyatna selaku Costumer Servis BPDM Maluku Cabang Banda Neira, serta Aryani Katjong selaku pimpinan Cabang Pembantu di Banda Neira. Keduanya ditetapkan sebagai tersang karena melakukan tindak pidana pembobolan password milik nasabah, tanpa ijin.

Selain itu, lanjut Santoso, kasus dugaan korupsi pada Sekertaris Daerah Kabupaten Buru yang menyeret dua tersangka, yakni, Achmad Assagaf selaku mantan Sekda Kabupaten Buru serta mantan Bendahara Umum Setda Kabupaten Buru, La Joni Ali.

“Sedangkan kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dengan terlapor Bupati SBB, M. Yasin Payapo, yang di SP3 oleh Ditreskrimsus Polda Maluku, karena tidak cukup bukti,” ungkap Santoso, Minggu (3/1).

Perwira Polri dengan tiga bunga melati di pundak itu mengatakan, dari 12 kasus korupsi tersebut, selama Tahun 2020 semuanya sudah dilakukan P21 oleh penyidik Subdit III Ditreskrimsus Polda Maluku.

“Jadi dari 12 kasus korupsi itu, sejak tahun 2020, penyidik sudah lakukan P21. Dengan artian, bahwa kasus-kasus tersebut sudah tuntas ditangani Ditreskrimsus Polda Maluku,” bebernya.

Dia menambahkan, selain di Ditreskrimsus Polda Maluku, Polres jajaran pun mengusut kasus korupsi sebanyak tujuh kasus. Lima dalam tahap P21, sedangkan dua perkara sudah di SP3.

“Data yang dihimpun di Ditreskrimsus Polda Maluku, ada 7 kasus yang ditangani di Polres jajaran. Yakni tindak pidana korupsi Dana Desa di salah satu desa pada Kabupaten Maluku Tenggara, dengan satu tersangka, Arius Leonard Thodias, yang ditangani Polres Malra. Korupsi Dana Desa Gomsey, Kecamatan Aru Selatan, tahun 2018, dengan dua tersangka, Erens Wehtabtabah dan Selpianus Djabumir, yang ditangani Polres Aru. Korupsi Dana Desa Fattolo tersangka kepala Desa Abdah Refra alias Dullah, yang ditangani Polres SBT. Dan juga kasus dugaan korupsi penyertaan modal PDAM Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dengan tersangka Yakson Batlayar alias Yoka, yang ditangani Polres Kepulauan Tanimbar,” jelasnya.

Sedangkan untuk dua perkara yang di SP3, lanjut Santoso, kasus dugaan tipikor belanja bibit rumput laut di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara, yang ditangani Polres Malra.

“Sepanjang 2020 itu semua perkara korupsi yang kita tangani di Krimsus Polda Maluku dan jajaran Polres. Semoga saja di tahun 2021 ini, tidak ada lagi pelaku-pelaku yang melakukan tindak pidana korupsi,” pungkasnya.(SAD).

Comment