by

DL Meninggal Divonis Covid-19, Sekot Ijinkan Pemakaman Secara Umum

Warga Kelurahan Benteng, DL, meninggal divonis positif Covid-19. Namun Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, A. G. Latueru mengijinkan pemakaman dilakukan di pemakaman umum.

Penyebab kematian DL, Selasa (6/7), yang divonis positif Covid-10 oleh pihak RSUD dr. Haulussy, menimbulkan polemik ditengah keluarga almahumah maupun warga sekitar.

Alhasil, ketika tim Satgas Covid-19 yang dipimpin oleh Sekot Ambon ingin menjemput jenazah almarhumah, untuk dimakamkan di TPU Khusus Corona di Hunuth, pihak keluarga, pelayat dan warga sekitar, melakukan penolakan.

Sekot Ambon telah melakukan berbagai upaya, termasuk memberikan penjelasan kepada pihak keluarga almarhumah maupun pelayat dan masyarakat, akan bahaya Covid-19, terutama varian baru, namun tak membuahkan hasil baik.

Bahkan pihak keluarga bersikukuh, kalau kematian DL bukan disebabkan oleh Covid-19. Melainkan sebab lain. Sehingga proses penjemputan jenazah DL, gagal dilakukan oleh tim Satgas Covid-19 Kota Ambon.

Salah satu kerabat almarhumah, Pedro Mustamu, mengungkapkan, ada kejanggalan dibalik vonis Covid-19 terhadap almarhumah. Hingga penyesalan mereka terhadap pelayanan pihak RSUD dr. Haulussy.

Pedro mengatakan, awalnya almarhumah dirawat di RST dr. Leimena, karena penyakit penyempitan pembuluh darah, 3 Juli lalu. Kemudian dirujuk ke RSUD dr. Haulussy, 4 Juli.

Saat dirujuk, katanya, pihak RSUD langsung melakukan Swab PCR, padahal almarhumah telah mengeluh akibat sakitnya. Namun sesuai keterangan, lanjutnya, dokter dan perawat belum bisa mengambil tindakan sebelum hasil Swab PCR pasien diketahui.

Padahal sebelumnya, kata Pedro, telah ada hasil Swab PCR almarhumah saat dirawat di RST dr. Leimena, yang menyatakan dia negatif Covid-19.

“Hasil yang kami dapat dari rumah sakit awal, almarhumah sudari kami ini negatif Covid-19. Maka perawat pada IGD seharusnya mengambil tindakan untuk merawat almarhumah. Namun sangat-sangat mengecewakan, hingga saudari kami meninggal,” ujar Pedro, kepada Sekot Ambon yang saat itu bersama tim Satgas Covid-19 ingin menjemput jenazah almarhumah.

Anehnya, terang Pedro, ketika DL meninggal, baru pihak RSUD dr. Haulussy mengklaim bahwa dia terkonfirmasi Covid-19.

Tentu saja, pernyataan Pedro kepada Sekot Ambon dan tim Satgas Covid-19 mendapat berbagai respon dari masyarakat yang hadir di rumah duka.

Karena itu, Pedro bersama pihak keluarga dan masyarakat, bersikukuh kalau almarhumah DL bukan pasien Covid-19. Sehingga pemakaman harus dilakukan di pemakaman umum.

Terkait hal polimik itu, Sekot Ambon, A. G. Latuheru, mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tengah melakukan evaluasi terhadap kenirja dan administrasi kedua rumah sakit tersebut, RST dr. Leimena dan RSUD dr. Haulussy.

“Kami sementara mengevaluasi kinerja dan administrasi kedua rumah sakit ini. Jadi mohon pengertian baik dari kita semua,” pungkasnya.(BTA)

Comment