by

DPRD Akan Dorong Pengadaan Rapid Antigen

Ambon, BKA- Komisi I DPRD Kota Ambon bakal memanggil Dinas Kesehatan kota untuk mendorong pengadaan rapid Antigen di setiap puskesmas yang ada. Yakni untuk mempermudah masyarakat melakukan rapid Antigen secara gratis.

“Saat ini banyak masyarakat yang merasa dirugikan dengan kebijakan rapid Antigen, khususnya para pelaku perjalanan ke luar Ambon. Untuk rapid Antigen ini tidak tersedia di semua fasilitas layanan kesehatan, hanya beberapa dengan biaya yang cukup tinggi. Maka itu perlu ada dorongan, agar rapid antigen ini bisa ada juga di puskesmas-puskesmas dengan biaya yang bisa dijangkau masyarakat kelas menengah kebawah. Ini yang perlu didorong,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Hadiyanto Junaidi, saat ditemui koran ini, di gedung DPRD Belakang Soya, Senin (1/2).

Politisi Hanura ini menilai, mendorong pengadaan rapid antigen pada Dinas Kesehatan Kota Ambon, perlu dilakukan rapat internal komisi. Untuk kemudian memanggil Dinas Kesehatan untuk mendorong pengadaan tersebut.
Sebab, hal dimaksud harus ditanyakan kepada dinas terkait program yang telah ditetapkan untuk tahun ini. Serta harus melihat apakah pengusulan tersebut dapat dilakukan dengan kondisi anggaran yang ada atau tidak.

Sehingga jika memang ada anggaran yang bisa diplot untuk pengadaan rapid antigen, lanjut dia, maka komisi akan mendorong agar pengusulan atau pengadaan rapid antigen dapat ditindaklanjuti di tahun ini.
“Nanti kita internal dulu, baru sampaikan ke komisi terkait usulan rapid antigen. Sehingga bisa diketahui apakah anggaran yang ada bisa untuk didorong atau tidak,” tuturnya.

Dijelaskan, meskipun dalam kondisi pandemic, banyak masyarakat kota Ambon yang melakukan perjalanan ke luar daerah. Namun tidak seluruhnya untuk keperluan bisnis, melainkan ada yang untuk keperluan pendidikan anak maupun keperluan keluarga yang sifatnya mendadak.

Sehingga perlu adanya bantuan pemerintah dengan melakukan pengadaan rapid antigen di seluruh puskesmas, agar dapat dijangkau masyarakat. Terkhusus yang memiliki ekonomi menengah kebawah.

“Dulu rapid antibodi juga seperti itu, tapi setelah itu ada kebijakan dari walikota sehingga seluruh puskesmas diberlakukan rapid test andibodi. Maka itu, untuk rapid antigen juga perlu kita dorong, sehingga masyarakat juga bisa melakukan rapid antigen di puskesmas, tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Nanti kita bahas dulu, karena memang untuk rapid antigen ini sangat dibutuhkan,” pungkas Hadi. (UPE)

Comment