by

DPRD Akan “On The Spot” ke RSUD Tulehu

Ambon, BKA- DPRD Provinsi Maluku berencana melakukan “On The Spot” ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr, H. Ishak Umarella di Negeri Tulehu, Kecamatan Sirimau, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Rencana itu dibuat DPRD Maluku, untuk menindaklanjuti hasil rapat bersama antara Tim I Pengawas Covid-19 dengan Direktur RSUD dr H. Ishak Umarella di Negeri Tulehu, dr Dwi Murti Nuryanti, bersama sataf, Rabu (3/2) kemarin.

Pada rapat itu, Tim I Pengawas Covid-19 menolak semua penjelasan direktur tentang kebijakan bagi-bagi uang Covid-19 bagi pegawai di rumah sakit itu, maupun dugaan rekayasa data pasien Covid-19.

“Jadi yang pertama, Tim 1 Covid DPRD Maluku ini akan melakukan “On The Spot” atau kunjungan langsung ke RSUD Tulehu. Tujuannya untuk memastikan, bahwa seluruh informasi yang berkembang, terkait dengan hak-hak tenaga kesehatan (nakes) yang mengurus pasien Covid-19 maupun tenaga medis tidak mengurus pasien Covid-19, itu semua informasinya harus dipastikan dilokasi rumah sakit itu, bahwa semuanya berjalan sebagai mestinya,” terang Ketua Tim 1 Covid-19 DPRD Maluku, Melkias Sardekut, kepada awak media diruang kerjanya, Kamis(4/2).

Untuk itu, kata Wakil Ketua DPRD Maluku itu, pihaknya bersama tim akan menentukan waktu”On The Spot”. Apalagi rencana itu memang sudah disampaikan kepihak rumah sakit itu secara langsung.

“Yah kalau bisa, minggu ini lebih baik. Karena masih banyak agenda-agenda komisi di DPRD, sehingga waktunya nanti diagendakan,” ucapnya.

Menurutnya, dugaan adanya rekayasa data Covid-19 hingga bagi-bagi uang, itu timbul karena ada masalah. Meskipun penjelasannya sudah disampaikan lewat pimpinan rumah sakit, tapi tetap akan dilakukan On The Spot, agar bisa mendengar langsung masalahnya dari pegawai yang ada di rumah sakit itu. Sehingga bisa tahu duduk persoalan yang sebenarnya.

Dia berharap, saat dilakukan On The Spot, para pegawai dapat menyampaikan permasalahan itu dengan jujur. Jangan sampai takut dengan berbagai tekanan oleh pihak-pihak yang tidak mau persoalan ini dijelalskan secara benar.

“Yah kalau nakes yang tidak meyampikan secara jujur soal masalahnya, berarti nanti keselahannya ada di nakes. Nah kita berharap, nanti dalam kunjungan ini nakes dapat menyampaikan secara jujur. Walupun misalnya situasinya, bahwa mendengar DPRD mau turun, lalu dibuat semacam skenario, itu menjadi urusan pihak rumah sakit. Namun yang pasti tidak menghalangi niat DPRD untuk On The Spot ke rumah sakit,” tegasnya.(RHM)

Comment