by

DPRD Ambon Dorong RSUP Leimena Layani BPJS

Dinilai sebagai rumah sakit yang representatif, DPRD Kota Ambon akan mendorong Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. J. Leimena Ambon untuk dapat melayani pasien BPJS Kesehatan. Agar masyarakat kurang mampu dapat terlayani dengan baik kedepan.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisutta, kepada wartawan, usai melakukan kunjungan kerja bersama anggota DPRD lainnya ke RSUP dr. J. Leimena, yang berlokasi di kawasan Wailela, kecamatan Teluk Ambon, Senin (8/2).

“Kita pasti memberikan dorongan itu, untuk sesegera mungkin mempersiapkan seluruh persyaratan administrasi. Sehingga masyarakat kota Ambon dapat menikmati pelayanan dengan BPJS. Karena kondisi masyarakat saat ini, mereka sudah tergantung dengan BPJS,” terang Toisuta.

Menurut dia, kunjungan kerja yang dilakukan, dalam rangkat evaluasi dan pengawasan terkait pelayanan publik. Serta terkait kinerja para tenaga medis yang ada di rumah sakit tersebut.

Dijelaskan, ada perbedaan pelayanan maupun dari sisi biaya antara rumah sakit umum dan swasta. Namun untuk mendapat pelayanan yang lebih baik, tentunya akan memilih rumah sakit yang lebih lengkap pelayanan kesehatannya.

Dan setelah dikunjungi, RSUP Leimena merupakan salah satu rumah sakit yang representatif, meski belum terlalu banyak pasien yang ditangani saat ini. Termasuk rujukan penanganan pasien terkonfirmasi Covid-19.

Hanya saja, lanjut Toisuta, RSUP Leimena belum melakukan kerjasama dengan pihak BPJS, sehingga belum seluruhnya melayani pasien kepesertaan BPJS.

“Ada beberapa persyaratan persyaratan yang harus di sepakati bersama. Dan rumah Sakit Leimena ini belum bisa memenuhi persyaratan itu, karena masih baru dan masih banyak persyaratan administrasi yang harus disiapkan. Tetapi saat launching, rumah sakit Leimena ini sudah memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat di Kota Ambon,” terangnya.

Ketua PDK Kosgoro 1957 Maluku ini mengaku, setelah berdiskusi bersama dengan direktur RSUP dr. J. Leimena, telah dijelaskan bahwa rumah sakit tersebut akan tetap mengutamakan penanganan darurat terhadap pasien, termasuk peserta BPJS.

Dimana ketika ada pasien yang masuk, maka petugas akan langsung memberikan pelayanan kepada pasien, baru kemudian memberikan kemudahan bagi pasien.

“Jadi ketika orang masuk tidak ditanya BPJS, pasien umum itu dilayani dulu. Ketika pasien itu bilang dia pakai BPJS, itu nanti ada kemudahan di sana (RSUP Leimena). Nanti ditawarkan mau dirawat di sana ataukah di rawat di tempat lain. Nanti dilihat, kalau misalnya itu BPJS dan benar-benar masyarakat kurang mampu, itu langsung dibebaskan dari pembiayaan,” pungkasnya. (UPE)

Comment