by

DPRD Bahas Masalah Ganti Rugi Lahan Pantai Wisata Liang

beritakotaambon.com – Komisi I DPRD Maluku bersama warga Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, membahas persoalan pembayaran ganti rugi lahan pantai wisata Liang.

Rapat pembahasan ganti rugi lahan itu dilakukan Komisi I dengan warga Negeri Liang, sebab saat ini ada saling klaim antar masyarakat terkait kepemilikan lahan itu.

“Rapat kali ini, komisi lebih fokuskan pada persoalan objek wisata Pantai Liang, karena sudah masuk dalam tahap pembayaran, namun Pemprov Maluku takut salah bayar, karena ada surat yang masuk dari warga Liang yang meminta penundaan pembayaran,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra, Selasa (12/10).

Baca juga: Anggota DPRD Ngamuk, Desak 3 Pimpinan Transparan

Sebelum rapat tersebut dilakukan, Komisi I telah melakukan On The Spot ke lokasi wisata Pantai Liang, untuk mendapat masukan dari warga setempat.

“Kami sebagai DPRD tidak bisa memutuskan, tapi kewenangan putusan pembayaran lahan kepada pihak mana itu adalah kewenangan pengadilan. Kita hanya bisa memfasilitasi perbedaan yang ada, agar tidak terjadi masalah. Sehingga semua aspirasi yang disampaikan ke DPRD lewat Komisi I, kami tetap akan mendalaminya,” lanjut Rumra.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Maluku, Benhur Watubun, dalam rapat tersebut mempertanyakan objek lahan ASDP dan Pantai Liang, apakah terdiri dari satu dati atau ada beberapa dati.

Pertanyaan itu disampaikan Benhur sebagai tanggapan terhadap pernyataan salah satu warga Liang, Lutfi Lessy, yang menyatakan kedua lahan itu berada pada satu dati.

Baca juga: Tim Pemakaman Jenazah Covid Belum Terima Insentif 4 Bulan

Ditempat yang sama, mantan Kades Liang, Abdul Razak Opier, mengaku, menyesal masih ada pihak yang mengklaim dirinya sebagai pemilik lahan wisata Pantai Liang. Karena sebelumnya, semuanya menjadi tanggungjawab Pemerintah Negeri Liang.

“Saya menyesal ada klaim sepihak, sehingga diharapkan kepada Komisi I dan Biro Pemerintahan maupun Biro Hukum, termasuk Dinas Pariwisata Maluku, untuk berhati-hati kepada orang yang mengklaim lahan itu,” tuturnya.(RHM)

Comment