by

DPRD Berlakukan Rapit Antigen

Ambon, BKA- Setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, giliran DPRD Maluku memberlakukan Rapid Antigen bagi ASN, tenaga kontrak, para wartawan hingga seluruh tamu yang mendatangi DPRD Maluku harus menunjukan hasil rapid antigen.
Hal ini dilakukan untuk memanilisir serta memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan itu. Bahkan sebelumnya, DPRD Maluku lewat Sekretariat Dewan (Setwan) pernah berlakukan tes usap atau swab bagi semua orang yang beraktivitas di parlemen Maluku, jelang akhir tahun 2020 lalu.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Maluku, Bodewin Wattimena mengaku, pihaknya kembali menerapkan Rapid Antigen bagi tamu dan pengunjung pada kantor-kantor pemerintah, berdasarkan edaran Gubernur nomor 800-25/2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan, bagi para tamu yang berkungjung pada kantor-kantor pemerintah.

“Kita memberlakukan Rapid Antigen bagi seluruh tamu undangan, termasuk ASN dan seluruh petugas yang berdinas di Kantor DPRD Maluku. Nah kemarin di hari Jumat pegawai Sekretariat DPRD baik kontrak maupun ASN berjumlah 134 orang yang mengikuti Rapid Antigen di Dinas Kesehatan Provinsi. Hasilnya, satu dinyatakan positif dan kini telah ditindaklanjuti dengan melakukan Swab PCR,” akui Wattimena, kepada wartawan di DPRD Maluku, Karpan Ambon, Senin (25/1).
Terhadap tamu dan undangan di DPRD Maluku, kata dia, terhitung Senin kemarin, telah diberlakukan penunjukan kartu Rapit Antigen. Dengan demikian, seluruh tamu undangan yang tidak bisa menunjukan kartu Rapit Antigen, tidak diizinkan masuk di Kantor DPRD.

Hal itu dilakukan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan memastikan, seluruh pimpinan dan anggota DPRD Maluku maupun pegawai yang telah melakukan Rapid Antigen dapat terlindung.
“Kalau kami disini sudah terlindungi dengan Rapid Antigen. Karena itu, tamu pun juga harus terlindungi sehat. Kita sehat, tamu juga harus sehat. Agar dalam pelayanan sama-sama sehat,” harapnya.

Mengakut kartu rapid antigen, lanjut Wattimena, pemberlakuannya hanya selama 14 hari. Setelah itu akan ditindaklanjuti dengan melakukan rapid antibody yang disertai dengan pemberian kartu pembuktian rapid antibody.

“Jadi semua yang sudah melakukan Rapit Antigen, setelah 14 hari kemudian akan dilakukan Rapit Antibody. Dan itu menjadi kewajiban untuk dilakukan, agar bisa membuktikan kalau kita masih sehat,” terangnya. (RHM)

Comment