by

DPRD Desak BNI Tuntaskan Dana Nasabah

Ambon, BKA- Komisi III DPRD Provinsi Maluku mendesak BNI Cabang Ambon untuk tetap menuntaskan masalah dana nasabah yang dibobol.

Memang sejumlah pembobol dana naabah BNI Cabang Ambon telah divonis penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Ambon, namun hal tersebut tidak lantas membuat kewajiban BNI terhadap para nasabah lepas.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, Hata Hehanussa, mengatakan, semua persoalan dana nasabah BNI telah diserahkan ke kuasa hukum. Bahkan mereka sudah pernah melakukan rapat kooridinasi dengan pihak BNI. Tercatat sekitar Rp 58,9 miliar uang milik 32 nasabah yang telah dibobol.

“Kita Komisi III sudah pernah melakukan rapat bersama dalam rangka untuk menyelesaikan hak-hak dari pada nasabah. Nah kalau sampai hari ini belum diselesaikan oleh pihak BNI, kita akan coba kembali untuk memanggil BNI, sejauh ada warga yang melapor atau kuasa hukumnya mengadu merasa dirugikan akibat ulah mantan wakil pimpinan BNI Ambon bidang pemasaran, Faradiba Yusuf Cs. Tapi setelah itu, kita sama sekali tidak diberitahun kelanjutan dari pertemuan itu,” ujar Hehanussa, Rabu (14/4).

Karena sampai Faradiba Yusuf Cs divonis hingga saat ini, belum ada satupun nasabah yang dikembalikan dananya oleh pihak BNI. Sehingga itu menjadi pertanyaan DPRD, apa yang menjadi alasan belum menyelesaikan hak-hak para nasabah.

Meskipun Faradiba Yusuf Cs lewat proses sidang di Pengadilan Negeri Ambon telah menetapkan vonis hukuman, namun tidak serta merta menghilangkan hak nasabah. Sebaliknya, itu menjadi kewajiban BNI untuk tetap mengembalikan dana nasabah.

“Perlu ingat, hal ini akan menjadi preseden buruk atau pincitraan terhadap kepercayaan masyarakat terhadap BNI, jika dalam kasus itu dana nasabah tidak dikembalikan, hingga akhirnya nanti masyarakat akan takut menyimpan dananya di BNI,” ingatnya.

Hal senada disampaikan Anggota Ketua Komisi III DPRD Maluku, Anos Yermias. Meskipun para pembobol sudah divonis bersalah, mestinya BNI tetap harus bertanggung jawab. Sehingga apapun alasannya, BNI harus tetap bertanggung jawab, demi mengembalikan nama baik BNI.

“Jabatan Faradiba Yusuf saat itu kan sebagai wakil pimpinan BNI Ambon bidang pemasaran, tentu segala tindak tanduknya berhubungan dengan BNI itu sendiri. Sehingga BNI tidak bisa menghindar dari persoalan ini, kasihan nasabah itu kan punya uang miliaran rupiah. Ini bukan uang satu dua juta, itu pun kita tetap menuntut, apalagi miliaran rupiah. BNI tetap harus kembalikan,” cetusnya.

Sebelunya dalam putusan Pengadilan Tipikor Ambon, Faradiba Yusuf divonis dengan hukuman berat oleh majelis hakim, dalam kasus korupsi dan TPPU di BNI Ambon dengan pidana 20 tahun penjara, denda 1 miliar rupiah, subsider 6 bulan penjara. Hakim juga menghukum Faradiba membayar uang penganti Rp 22 miliar, subsider 7,6 tahun penjara.

Sebagai aktor utama penjarahan dana nasabah di BNI Ambon, Faradiba Yusuf didukung oleh sejumlah Kepala Cabang Pembantu BNI, anak angkatnya dan pejabat BNI Wilayah Makassar. (RHM)

Comment