by

DPRD Desak Pemprov Sediakan Lahan Kantor Bawaslu

Ambon, BKA- Komisi I DPRD Maluku mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku agar secepatnya menyediakan lahan bagi pembangunan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku.

Ketua Komisi I DPRD Maluku, Amir Rumra, mengatakan, persoalan penyediaan lahan bagi Kantor Bawaslu sudah dibahas cukup lama. “Suratnya juga sudah cukup lama. Kami mengharapkan pemerintah harus cepat untuk menyediakan lahan. Karena aturannya, lahan disediakan Pemda dan anggarannya lewat APBN melalui Bawaslu,” terang Rumra, di kantor DPRD Maluku, Karpan, Selasa (25/8).

Karenanya Rumra meminta agar tahapan-tahapan itu segera dilakukan, sehingga aktivitas Bawaslu dapat berjalan dengan baik. Dengan begitu, proses pengawasan Pilkada di daerah-daerah dapat dilakukan dengan baik. Tidak terganggu. Apalagi setelah proses Pilkada pada pada Desember 2020 nanti, akan disusul dengan Pilkada pada 2022 mendatang.

Terkait hal itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku, Zulkifly Anwar, menjelaskan, alasan belum dibangunnya kantor Bawaslu sampai saat ini karena kendala keterbatasan lahan milik Pemprov Maluku.

“Jadi kita punya lahan ini terbatas. Ada lahan, tetapi belum memiliki dokumen lengkap. Salah satu hak pakai kita yang sudah clear itu ada di Passo,” jelas Anwar.

Lahan milik Pemprov Maluku di Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, akan dibangun tujuh kantor. Mungkin Kantor Bawaslu Maluku yang akan pertama dibangun, baru diikuti dengan pembangunan sejumlah kantor dinas lainnya.

Ada sejumlah kantor dinas dan badan lingkup Pemprov Maluku yang direncanakan akan direlokasi ke kawasan Desa Passo. Diantaranya, Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa, Bappeda.

Lebih lanjut, kata Anwar, rencana pembangunan masih dalam tahap perencanaan, karena masih harus dianggarkan dan juga mesti ada studi kelayakan dan perencanaan. Diharapkan, tahun 2021 sudah bisa direalisasikan.

“Kita berharap mudah-mudahan tahun depan, 2021, dengan catatan Covid-19 sudah selesai. Tetapi kalau belum, itu berarti kita masih fokus untuk penanganan Covid-19,” tandasnya. (RHM)

Comment