by

DPRD Desak Tuntaskan Kasus Dua Polisi Penganiaya Warga

Ambon, BKA- Dugaan tindak pidana penganiayan terhadap warga Kecamantan Romang, Kabupaten MBD yang dilakukan dua oknum Polisi di Polsek Kisar, Polres MBD semakin memans, pasca DPRD Provinsi Maluku mengetahui hal tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Maluku Anos Yeremias mengatakan, Kapolda Maluku, Irjen Pol. Baharudin Djafar dan Kapolres MBD AKBP Budi Adhy Buono diminta agar serius dalam melakukan pengusutan terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan anak buahnya itu.

Sebab, Polisi diketahui sebagai pengayon, pelindung masyarakat bukan seharusnya menganiaya masyarakat.

“Kita minta pak Kapolda dan Kapolres tindak tegas dan serius dalam pengusutan kasus ini,” ungkap Yeremias yang adalah putra MBD ini ketika di hubungi koran ini Rabu kemarin.

Menurut Politisi Senior Partai Golkar itu, sikap bijaksana dalam menuntaskan dugaan kasus penganiayaan ini perlu di tunjukan Kapolda Maluku bersama Anggotanya. Agar supaya tidak menjadi isu miring di masyarakat kalau Polisi melindungi Polisi.

“Jika memang Polisi tidak mau disoroti dalam kasus ini, maka harus secepatnya di tuntaskan. Hal ini juga sederhana saja. Panggil kedua oknun itu kemudian korban dan saksi yang ada di TKP lalu tanyakan saja. Apakah perbuatan keduanya itu benar atau tidak. Supaya kalau tidak, ya! hentikan proses penyelidikan. Tapi kalau benar. Maka harus ditindak sesuai dengan mekanisme perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Sebelumnya di beritakan koran ini, laporan pengaduan yang dimasukan pelapor sekaligus korban dalam perkara penganiayaan yang dilakukan dua oknum Polsek Kecamatan Pp Terselatan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) mulai direspon baik Kapolres Maluku Barat Daya (MBD), AKBP Budi Adhy Buono.

Buono mengatakan, dirinya sudah menerima surat masuk dari Polda Maluku terkait surat pengaduan yang dilakukan korban di Mapolda Maluku beberapa hari lalu. Dengan demikian, dirinya berjanji akan menindak tegas kedua oknum polisi tersebut jika terbukti melakukan penganiayaan terhadap masyarakat.

Menurutnya, sebagai pimpinan, dirinya tetap bersikap profesional dalam penanganan kasus dimaksud. Sehingga tidak terkesan Polisi melindungi oknum yang melakukan kesalaham dan sewenang-wenang di masyarakat. Apalagi aksi tak terpuji itu diduga dilakukan anggotanya sendiri.

“Saya akan lakukan pemeriksaan secara profesional, yakni akan memeriksa saksi-saksi, korban dan kedua oknum anggota Polsek Kisar itu secara bersama-sama,” ungkap Buono saat dihubungi melalui selulernya, Selasa (1/9).

Perwira Menengah dengan dua bunga melati di pundak itu mengaku, jika dalam proses penyelidikan berjalan, dirinya menemukan bukti yang cukup yang mengarah kepada perbuatan dua oknum Polisi tersebut maka sudah tentu akan ditindak tegas sesuai dengan aturan perundang-undang yang berlaku. “Kita pasti proses sesuai dengan UU yang berlaku jika ditemukan ada unsur tindak pidana disitu,” jelasnya.

Ditanyakan soal, kapan diagendakan pemeriksaan terhadap kedua oknum polisi, kata dia, dirinya akan melayangkan pemanggilan secara resmi, selain kepada dua anggota yang melakukan pemukulan, surat pemanggilan juga kepada korban.

“Surat akan kita proses hari ini, kalau untuk korban sedang di Pulau Romang, jadi mungkin kita hubungi melalui sambungan seluler terlebih dahulu,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Dua polisi yang melakukan penganiayaan antaranya, Briptu Daniel Mehen dan Viktor Sampe. Keduanya berdinas di Polsek Kisar, Kecamatan Pp Terselatan.

Keduanya nekat menganiaya korban Julius Enos Corneles , warga Desa Jerusu, Kecamatan Pulau Romang, pada 28 Juli 2020 lalu karena saat itu, korban hendak ke Polsek untuk menanyakan perkembangan penyidikan kasus penganiayaan yang menimpa ponakannya Julius Daniel Frans dan Dandoto Al Frans.

Tak tahu mengapa, saat korban dipersilakan masuk, kedua anggota polisi itu meladeni korban dengan perlakuan yang tidak baik.

Korban bahkan diancam, hingga akhirnya di pukul oleh Briptu Daniel Mehen sampai berdarah di bagian mulutnya.

“Waktu itu saya ke sana dengan maksud baik-baik. Tapi Polisi bilang, saya perhambat proses penyelidikan. Tapi karena saya tidak paham dengan maksud dan nada kasar yang disampaikan mereka, makanya saya kembali tanya. Eh, dia malah mengeluarkan kata-kata kotor kepada saya padahal dia itu pelindung masyarakat,” kesal Julius Enos Corneles didampingi Kuasa hukumnya, Izack Frans dan Rey Ronald Sahetapy di Ambon, akhir pekan kemarin.

Juliaus mengaku, kasus yang ditangani Polsek Kisar adalah kejadian yang terjadi di desanya di Pulau Romang. Dan karena ponakannya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu, sehingga dirinya diutus pihak keluarga untuk mendatangi Mapolsek Kisar untuk menanyakan perkembangan pengusutan kasusnya.

“Kedatangan saya ke Polsek kan ada dua tujuan, pertama soal laporan pengaduan terkait pelecehan seksual dan kasus penganiayaan yang menimpa ponakan saya. Tapi saya tidak dilayani dengan baik, malah di aniaya Polisi. Saya dipukul oleh Briptu Daniel Mehen dari pinggang belakang, belakang kepala, terakhir bagian mulut. Itu langsung mulut saya pecah dan berdarah,” beber korban, seraya mengeluarkan bukti hasil visum dari medis.(SAD).

Comment