by

DPRD Duga Ada Penimbunan Mitan

Ambon, BKA- Memang pihak Pertamina telah membantah kalau telah terjadi kelangkaan minyak tanah (mitan) di Kota Ambon. Namun sampai sekarang, sebagian warga masih kesulitan memperoleh mitan.

Terkait hal tersebut, DPRD Kota Ambon menduga ada upaya penimbunan mitan yang dilakukan oknum distributor maupun pengecer.

“Kita juga tidak tahu soal kelangkaan mitan ini. Makanya perlu dipanggil pihak Pertamina, agar apa yang perlu diketahui, bisa kita ketahui. Apakah ini ada dugaan pengalihan bahan bakar ke gas, ataukah ada dugaan penimbunan. Kita juga tidak tahu. Dugaan kita seperti itu, semoga persoalan ini secepatnya diselesaikan,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono, kepada wartawan di Gedung DPRD Belakang Soya, Senin (11/1).

Yang ditakutkan, lanjut Sekretaris DPC Gerindra Kota Ambon ini, ada upaya pengalihan mitan ke gas oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga persoalan ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Ambon lewat dinas terkait, untuk memastikan tidak ada kelangkaan mitan di masyarakat.

Dan untuk mendapatkan penjelasan terkait kelangkaan mitan, dirinya akan berkoordinasi dengan Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, untuk memanggil pihak Pertamina selaku mitra. Sehingga ada penjelasan resmi terkait berapa jumlah kuota mitan untuk Kota Ambon.

“Kita sudah koordinasi dengan komisi II. Nanti diawal masa sidang ini, komisi II akan menyusun rencana kerja dan memanggil pihak Pertamina dan pihak berkompeten lainnya, terkait penyaluran mitan di Ambon. Nanti kita akan lihat, titik lemahnya dimana. Apakah kesalahan ini ada pada pihak penyalur ataukah agen, ini yang akan kita cari tahu,” tandasnya.

Dirinya berharap, masyarakat bisa bersabar dan memberikan kesempatan bagi DPRD selaku representasi masyarakat, untuk mengecek terkait kelangkaan mitan di lapangan. Apakah ini ada permainan yang sengaja dilakukan oknum distributor ataukah pengecer. Hal ini yang akan diminta untuk diselidiki.

Bahkan Komisi II nantinya akan melakukan tinjauan di lapangan tekait kuota mitan yang disalurkan Pertamina. Jika ditemukan, ada upaya permainan di lapangan, tentu DPRD kota Ambon akan merekomendasikan kepada Pemerintah Kota Ambon untuk memberikan sanksi kepada oknum tersebut.

“Harap kasi kesempatan buat teman-teman di Komisi untuk buat agenda memanggil Pertamina dan pertanyakan soal kelangkaan minyak, agar hal ini dapat diperbaiki. Karena ini kebutuhan primer. Jika tidak ada minyak tanah, masyarakat tidak bisa masak. Makanya itu yang kita takutkan. Dan dalam waktu dekat, akan kita agendakan itu,” tandas Latupono.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kota Ambon, Elly Toisuta. Menurutnya, persoalan kelangkaan mitan ini sungguh luar biasa, karena baru pernah terjadi di awal tahun setelah perayaan Natal dan Tahun Baru.

Dirinya menduga, ada terjadi penimbunan mitan yang dilakukan sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun dirinya akan menyampaikan persoalan ini secepatnya kepada komisi II, untuk ditindaklanjuti.

“Kita sudah melewati hari-hari besar dengan suasana pandemi, tapi kelangkaan mitan ini sangat memperihatinkan. Dan saya kira komisi II nanti akan mengambil langkah cepat untuk memanggil Pertamina dan mengecek kelangkaan mitan ini akibat apa. Soal penimbunan, kita belum prediksi sampai situ, walaupun memang ada dugaan seperti itu. Tapi kiranya ini bukan menjadi sebuah alasan untuk mendiskreditkan Pertamina soal itu,” pungkas Toisuta.

Sementara itu, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengaku, tidak mengetahui bahwa belakangan ini terjadi kelangkaan mitan di Kota Ambon. Dirinya menilai, persoalan kelangkaan mitan ini perlu dikroscek kembali kepada pihak Pertamina.

“Saya baru dengar, kalau ada langka ini (mitan). Saya baru dengar. Nanti saya cek Pertamina dulu, apa benar nggak. Karena itu urusan Pertamina. Kalau memang, saya akan telepon Pertamina, kenapa begitu. Dan ini tidak ada kaitannya dengan dinas (Disperindag). Kalau memang betul, baru saya kasi keterangan,” tutup Louhenapessy.

Diberitakan sebelumnya, Manager Communication, Relations and CSR Regional Papua Maluku Pertamina (Persero), Edi Mangun, saat dikonfirmasi Beritakota Ambon mengaku, stok bahan bakar minyak (BBM) jenis mitan masih tersedia untuk 25 hari kedepan. Artinya tidak akan terjadi kelangkaan mitan di awal tahun 2021.

Anehnya, Edi Mangun sendiri mempertanyakan penyebab terjadinya kelangkaan mitan di Kota Ambon. Sebab, suplai dari Pertamina kepada agen-agen mitan dilakukan rutin, sesuai dengan Delivery Order (DO) yang masuk. Sehingga, mitan yang disuplai untuk agen, seharusnya bisa mencukupi kebutuhan, baik pangkalan hingga ke masyarakat sebagai konsumen.

“Stok minyak tanah ditangki Pertamina untuk di Maluku itu masih ada sampai 25 hari. Sangat aman stoknya. Yang jadi pertanyaan, kenapa bisa langka? Padahal suplai rutin dilakukan ke agen, sesuai DO yang masuk. Seharunya bisa mencukupi kebutuhan masyarakat,” tutur Edi, Rabu (6/1).

Edi juga meminta agar Pemerintah setempat, dalam hal ini Disperindag bersama aparar keamanan, bisa turut memantau masalah tersebut. Sebab bukan rana Pertamina untuk melakukan hal tersebut.

“Kami hanya menyediakan dan mengsuplai. Tapi kalau sampai kelangkaan, sementara stok kami ada. Itu patut ditelusuri oleh pihak yang berkewenangan. Kami tidak mungkin sampai sejauh itu, melacak kenapa sampai hilang dipasaran. Jadi, jangan Pertamina terus yang disalahkan saat minyak tanah ini langka. Padahal kami upayakan stok tetap aman untuk beberapa hari kedepan. Untuk itu, harus ditelusuri tegas hal tersebut, sehingga tidak menyusahkan masyarakat seperti saat ini,” pintanya.

Sekedar tahu, distributor mitan di Kota Ambon ada 8 yang terdaftar di Disperindag. Dari 8 distributor tersebut, mereka memiliki pangkalan mitan yang tersebar di seluruh kawasan yang seluruhnya berjumlah 1888. (UPE)

Comment